Jakarta, BARITOPOST.CO.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melalui Pusat Riset Elektronika (PRE), tengah merintis jalan baru dalam teknologi penyimpanan energi.
Mereka kini fokus mengembangkan superkapasitor sebagai solusi masa depan yang krusial bagi ekosistem kendaraan listrik (EV) maupun perangkat elektronik modern.
Berbeda dengan baterai konvensional yang mengandalkan reaksi kimia untuk menyimpan energi, superkapasitor bekerja dengan mekanisme penyimpanan muatan listrik langsung di permukaan elektroda.
Karakteristik teknis inilah yang memberikan keunggulan kompetitif berupa pengisian dan pelepasan energi yang sangat instan, yakni hanya dalam hitungan detik.
“Superkapasitor menjadi pelengkap baterai untuk aplikasi yang membutuhkan pengisian cepat, daya tinggi, dan umur pakai panjang,” ujar Peneliti PRE BRIN, Yahdi Bin Rus, dalam keterangan resminya.
Salah satu nilai jual utama superkapasitor yang dikembangkan BRIN adalah umur pakainya yang luar biasa. Jika baterai biasa memiliki batasan siklus pakai, perangkat ini dirancang untuk bertahan hingga ratusan ribu siklus pengisian dan pengosongan tanpa mengalami degradasi performa yang berarti.
Namun, tim peneliti BRIN menyadari bahwa teknologi ini memiliki keterbatasan, yakni densitas energi yang masih di bawah baterai.
Karena itu, riset saat ini difokuskan pada optimalisasi material elektroda agar kapasitas penyimpanan bisa meningkat tanpa mengorbankan kecepatan pengisian maupun daya tinggi yang menjadi ciri khas superkapasitor.
Dalam proses risetnya, tim PRE BRIN mengeksplorasi material maju seperti grafena, karbon berstruktur khusus, polimer konduktif, hingga material komposit.
Bahan-bahan ini dimodifikasi sedemikian rupa untuk memperluas permukaan aktif dan meningkatkan efisiensi perpindahan elektron.
BRIN tidak hanya bermain di tataran teoritis. Mereka telah merancang berbagai prototipe, mulai dari model coin cell hingga flexible supercapacitor yang diproyeksikan untuk perangkat elektronik generasi masa depan.
Setiap prototipe melalui rangkaian uji ketat, mulai dari stabilitas elektrokimia, fleksibilitas mekanik, hingga efisiensi penyimpanan energi.