Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID -Musyawarah Kota (Muskot) PMI Kota Banjarmasin digelar di Hotel Harper Banjarmasin, Minggu (12/7/2026), melahirkan pemimpin baru untuk lima tahun ke depan.
Baca Juga: Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Meriahkan Ulang tahun ke-45 UNISKA
Kini Haji Aftahudin resmi terpilih sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin, yang dihadiri Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat PMI, Sudirman Said, Staf Ahli Bidang Ekonomi Gubernur Kalimantan Selatan Rusma Khazairin, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri, serta para pengurus dan relawan PMI.
Sudirman Said pun membuka secara resmi Muskot PMI Kota Banjarmasin. Dalam arahannya, Sudirman Said mengingatkan, agar kesiapsiagaan dan persiapan menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan ke depan menjadi hal yang sangat penting.
“Jadi, kepengurusan PMI Kota Banjarmasin harus segera terbentuk secara definitif melalui mekanisme organisasi yang sesuai,” ucapnya.
Baca Juga: Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Meriahkan Ulang tahun ke-45 UNISKA
Menurutnya, Musyawarah Kota merupakan mekanisme konstitusional yang harus ditempuh untuk memastikan keberlangsungan organisasi dan memperkuat pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
“Kami berharap Muskot ini dapat menghasilkan kepemimpinan baru yang inklusif, mampu merangkul semua pihak, serta bekerja secara efektif dalam menyelesaikan berbagai tugas dan tantangan ke depan,” ujar Sudirman.
Haji Aftahudin Menerima Bendera PMI Yang Diserahkan Sudirman Said untuk Melanjutkan Estafet Kepemimpinan
Haji Aftahudin berkomitmen membawa PMI Kota Banjarmasin menjadi organisasi yang semakin kuat dan mampu menjalin sinergi yang baik dengan PMI Provinsi Kalimantan Selatan maupun berbagai pihak lainnya.
Baca Juga: Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Meriahkan Ulang tahun ke-45 UNISKA
Terdapat sejumlah program prioritas, sambung pengusaha sembako ini, yang akan menjadi fokus kepengurusannya ke depan. Salah satunya adalah pembangunan Unit Transfusi Darah (UTD) yang hingga kini belum dimiliki PMI Kota Banjarmasin.
“PMI Kota Banjarmasin saat ini belum memiliki Unit Transfusi Darah. Karena itu, kami akan berupaya menyiapkan lahan secara mandiri sebagai langkah awal pembangunan UTD. Insya Allah, persiapan tersebut mulai direalisasikan dalam enam bulan ke depan,” tutur Aftahudin.
Selain itu, pihaknya juga berencana meningkatkan pengelolaan limbah medis melalui kerja sama dengan PMI Surabaya agar seluruh proses pengelolaan dapat berjalan sesuai standar yang berlaku.
Baca Juga: Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Meriahkan Ulang tahun ke-45 UNISKA
Tak hanya itu, Aftahudin juga menargetkan peningkatan jumlah pendonor darah dengan mengoptimalkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Masyarakat yang mendonorkan darahnya pada dasarnya tidak mengharapkan imbalan apa pun. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kami memberikan pelayanan terbaik serta bentuk apresiasi sebagai ucapan terima kasih atas kepedulian dan partisipasi mereka dalam membantu sesama,” tambahnya.
Ketua baru terpilih ini, tentu PMI Kota Banjarmasin diharapkan semakin siap memperkuat layanan kemanusiaan, meningkatkan ketersediaan darah, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat Kota Banjarmasin.