Jakarta, BARITOPOST.CO.ID – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai syarat harus ditertibkan.
Baca Juga: Tembus 45 Derajat Celsius Suhu di Arafah, Hindari Paparan Matahari Langsung
Ia khawatir jika dibiarkan akan menjadi bom waktu keracunan massal program makan bergizi gratis (MBG). “Tentu sangat perlu dievaluasi, harus ditertibkan dan disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat. Saat ini kan ada banyak juga SPPG yang bangunannya tidak sesuai persyaratan dan itu dikhawatirkan akan jadi bom waktu terjadinya keracunan,” kata Irma kepada wartawan.
Irma juga menyoroti pembengkakan jumlah titik SPPG yang membuat pemborosan anggaran negara hingga Rp 1 triliun per bulan.
“Misalnya kebutuhan SPPG hanya 5, ya jangan diberi izin jadi 8, itu kan pemborosan sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Zulhas,” ucapnya.
Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan mengungkap pembengkakan 13 ribu lebih titik SPPG atau dapur MBG. Angka itu gabungan dari dapur MBG di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T) dan luar wilayah 3T.
Baca Juga: Tembus 45 Derajat Celsius Suhu di Arafah, Hindari Paparan Matahari Langsung
Zulhas mengatakan pembengkakan titik dapur MBG ini terkait kasus dugaan jual beli titik. Di luar wilayah 3T, diproyeksikan awal ada 21 ribu dapur, namun data terbaru terdapat 27.877 titik. “Misalnya, terjadi jual beli titik, ya. Yang seharusnya rencana awal titik itu 21 ribu tapi sekarang sudah ada 27.877 ribu titik, ya. Nah, ada membengkak 6.877 titik, ya. Laporan Ibu Nanik tadi barusan,” kata Zulhas seusai rapat koordinasi di gedung Kemenko Pangan, Jakarta. Menurutnya, ada rencana 2.000 titik SPPG di daerah 3T. Namun, dalam temuannya, terdapat 8.617 titik.