Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID
Ketua DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Gerindra, H Gusti Yasni Iqbal, melaksanakan kegiatan reses penelaahan aspirasi masyarakat yang keempat sekaligus terakhir di Daerah Pemilihan Banjarmasin Tengah, tepatnya di Gang Banda Neira RT 20, Kelurahan Pasar Lama.
Dalam kegiatan tersebut, aspirasi masyarakat masih didominasi oleh usulan perbaikan prasarana infrastruktur, terutama pascabanjir yang baru saja melanda Kota Banjarmasin. Warga mengeluhkan kerusakan di berbagai fasilitas, mulai dari jalan hingga lingkungan permukiman.
“Seperti di titik-titik sebelumnya, usulan masyarakat didominasi perbaikan infrastruktur akibat dampak banjir. Hampir seluruh wilayah di Banjarmasin mengajukan hal yang sama,” ujar Iqbal.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam merealisasikan seluruh usulan tersebut. Oleh karena itu, pemerintah akan memilah prioritas pembangunan yang dinilai paling mendesak.
Iqbal menambahkan, saat ini arah kebijakan pemerintah kota lebih difokuskan pada program normalisasi sungai sebagai langkah utama penanganan banjir. Hal ini berdampak pada penundaan sejumlah proyek perbaikan infrastruktur lainnya.
“Program prioritas Wali Kota adalah normalisasi sungai, sehingga anggaran lebih diarahkan ke sana. Beberapa perbaikan infrastruktur terpaksa ditunda dan akan diupayakan pada tahun berikutnya,” jelasnya.
Selain infrastruktur, isu pendidikan juga turut menjadi perhatian dalam reses tersebut. Namun, ia mengakui bahwa proses perbaikan di sektor pendidikan, khususnya yang melibatkan pihak swasta, cenderung lebih lambat dibandingkan sekolah negeri yang berada di bawah kewenangan pemerintah.
Di sisi lain, persoalan sampah juga kembali mencuat, terutama terkait pengelolaan dari sumbernya. Iqbal menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga guna mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Sampah harus dipilah agar volume yang dibuang bisa ditekan. Selain itu, perlu juga dikaji sistem pengangkutan agar lebih cepat dan efisien,” ungkapnya.
Ia berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara bertahap sesuai dengan skala prioritas, sehingga pembangunan di Kota Banjarmasin tetap berjalan optimal meski dengan keterbatasan anggaran.
Penulis: Masrifani