BANJARMASIN, BARITO – Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Mutmainnah, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan kegiatan reses di Jalan Ar-Rahman 1 RT 73, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah usulan disampaikan warga, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan fasilitas umum, penyediaan tempat sampah, hingga perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus.
Mutmainnah mengatakan, perbaikan jalan menjadi salah satu kebutuhan yang disampaikan masyarakat. Selain itu, warga juga mengharapkan adanya pembangunan fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul dan beraktivitas bersama.
Menurutnya, fasilitas tersebut juga diharapkan dapat digunakan untuk kegiatan keagamaan dan pendidikan anak-anak, seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).
“Warga mengusulkan perbaikan jalan, kemudian pembangunan fasilitas umum yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk berkumpul bersama. Mereka juga mengharapkan adanya tempat untuk kegiatan TPA,” ujarnya.
Persoalan kebersihan lingkungan turut menjadi perhatian warga. Mereka mengusulkan penyediaan tempat atau bak sampah karena fasilitas tersebut dinilai masih belum tersedia secara memadai di kawasan itu.
Mutmainnah menilai, aspirasi mengenai kebersihan perlu menjadi perhatian agar lingkungan permukiman tetap terjaga dan masyarakat memiliki sarana yang memadai untuk membuang sampah.
Selain persoalan infrastruktur dan kebersihan, dalam reses tersebut juga disampaikan aspirasi dari seorang warga yang memiliki anak berkebutuhan khusus dan berharap mendapatkan bantuan pemerintah untuk menunjang kebutuhan anaknya.
Mutmainnah menjelaskan, anak berkebutuhan khusus tersebut perlu masuk dalam pendataan agar dapat diketahui jenis bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya. Ia menyebutkan, bantuan bagi anak-anak dapat berupa dukungan pemenuhan kebutuhan gizi maupun layanan kesehatan sesuai ketentuan program pemerintah.
“Kita berharap anak yang berkebutuhan khusus ini bisa masuk dalam pendataan, sehingga nantinya dapat diketahui bantuan apa yang bisa diberikan pemerintah untuk mendukung kebutuhan dan kesehatannya,” jelasnya.
Di sisi lain, Mutmainnah juga menyinggung persoalan pemanfaatan jalur hijau yang perlu diperhatikan sesuai dengan peruntukannya. Ia menilai, kawasan yang diperuntukkan sebagai jalur hijau semestinya tidak dialihfungsikan untuk pembangunan maupun aktivitas pasar yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Terkait aktivitas pasar, ia mengatakan perlu adanya koordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik. Salah satu opsi yang dapat dibahas adalah mengarahkan aktivitas perdagangan ke pasar terdekat yang telah tersedia di kawasan Sungai Andai.
Namun, apabila pasar yang ada tidak mampu menampung kebutuhan pedagang dan masyarakat, pemerintah dapat mempertimbangkan alternatif lain, termasuk kemungkinan penyediaan lokasi pasar baru.
“Kita akan menyampaikan dan mengoordinasikan persoalan ini dengan pihak terkait. Kalau pasar yang sudah ada masih memungkinkan menampung aktivitas pedagang, tentu bisa diarahkan ke sana. Namun, jika memang tidak memungkinkan, perlu dipikirkan solusi lain oleh pemerintah,” tuturnya.
Mutmainnah berharap berbagai aspirasi yang disampaikan warga dalam kegiatan reses tersebut dapat menjadi bahan perhatian pemerintah kota dan instansi terkait. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat, baik di bidang infrastruktur, kebersihan, fasilitas umum maupun bantuan sosial, dapat ditindaklanjuti sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah. (Masrifani)