Tanjung, BARITOPOST.CO.ID – Pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah sebagai implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, terus menunjukkan perkembangan di berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur desa, pemenuhan gizi masyarakat, ketahanan pangan, perumahan, kesehatan, hingga pendidikan.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Kabupaten Tabalong, Edy Rahmanto, mengatakan arah pembangunan di daerah tersebut berjalan secara terintegrasi dengan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Implementasi program pemerintah yang menjadi prioritas saat ini secara garis besar arah pembangunan di Tabalong bergerak secara masif, terintegrasi, dan menyeluruh seluruh sendi kehidupan masyarakat. Mulai dari infrastruktur, pemenuhan gizi, papan, ketahanan pangan, hingga kesehatan dan pendidikan,” kata Edy Rahmanto.
Di sektor infrastruktur desa, dari total 131 desa dan kelurahan di Kab. Tabalong, pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah selesai dibangun di 24 desa dan kelurahan, sementara 17 unit lainnya saat ini dalam proses pembangunan.
Pada sektor pemenuhan gizi, pemerintah menargetkan pembangunan 34 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini sebanyak 19 dapur telah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan dan persiapan, termasuk empat dapur yang disiapkan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Keberadaan dapur MBG tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat yang direncanakan mulai dibangun tahun ini. Pemerintah Kabupaten Tabalong telah menyediakan lahan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Jalan Sarunai, Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak, dan dapur MBG di lokasi tersebut telah selesai dibangun.
Selain itu, dukungan sektor swasta melalui PT Adaro Indonesia juga memperkuat pelaksanaan program pembangunan tiga juta rumah. Di Kabupaten Tabalong, sebanyak 100 unit rumah telah selesai dibangun dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).
Di bidang ketahanan pangan, program cetak sawah rakyat pada 2025 berhasil merealisasikan lahan baru seluas 274,75 hektare yang tersebar di lima kecamatan. Tahun ini program tersebut dilanjutkan melalui optimasi lahan, sementara untuk cetak sawah 2026 telah terverifikasi lahan seluas 1.131,79 hektare di empat kecamatan.
Sementara itu, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah dimulai sejak Pebruari 2025 juga terus mencatat peningkatan cakupan layanan. Cakupan pada akhir 2025 mencapai 61.044 orang sementara cakupan selama periode Januari hingga Juli 2026 sebanyak 39.543 orang, mulai dari bayi hingga lanjut usia, telah memanfaatkan layanan tersebut.
Menurut Edy, capaian itu menunjukkan pembangunan di Tabalong tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan di Tabalong tidak hanya sekadar membangun angka, melainkan membangun kualitas hidup manusia secara utuh,” ujarnya.
Ia mengakui pelaksanaan berbagai program prioritas tersebut masih menghadapi sejumlah dinamika di lapangan. Namun, menurutnya, berbagai tantangan tersebut merupakan bagian dari proses pembangunan yang harus diselesaikan bersama.
“Perbedaan pandangan tentu hal yang wajar, namun pada intinya tujuan dari program prioritas ini adalah memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Karena itu diperlukan dukungan semua pihak agar seluruh program yang sedang berjalan dapat mencapai hasil yang maksimal,” katanya.
Edy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga hasil pembangunan yang telah dicapai serta memperkuat semangat gotong royong demi keberlanjutan pembangunan daerah.
“Mari kita jaga momentum yang baik ini dengan mempererat tali silaturahmi, menjaga kedamaian, dan merawat apa yang sudah dibangun. Bersama semangat gotong royong, mari kita bahu-membahu mendukung seluruh program ini demi masa depan Tabalong yang lebih baik, harmonis, dan penuh keberkahan,” ujar Edy.
Follow Google News Barito Post