Perbasi Kalsel Tegaskan Program Harus Jalan, Hasil Rapat Kerja Daerah 2026

Teks: Rakerda DPD Perbasi Kalsel yang berlangsung,Sabtu (15/8/2026) di Gedung Batas Kota, Banjarmasin. (foto: Tolah/brt)

Banjarmasin, [BARITOPOST.CO.ID] – Sebagai Ketua DPD Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalimantan Selatan (Kalsel), M. Syaripuddin yang kerap disapa Bang Dhin, menegaskan seluruh program kerja yang telah dirumuskan harus direalisasikan secara konsisten, bukan sekadar menjadi rekomendasi di atas kertas. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Perbasi Kalsel yang berlangsung di Gedung Batas Kota, Banjarmasin, Sabtu (15/8/2026) malam.

“Kita tidak ingin hanya sekadar ada rekomendasi tapi tidak jalan. Saya meminta seluruh pengurus di bidangnya masing-masing bisa berkomitmen dan konsisten untuk menjalankan apa yang menjadi usulan teman-teman,” kata Bang Dhin.

Salah satu program yang menjadi prioritas adalah pembinaan atlet usia dini. Perbasi Kalsel akan memfokuskan pembinaan pada kelompok usia KU 5-12 tahun dan KU 14-18 tahun.

Pembinaan pada kelompok usia tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem bola basket di Banua. Terlebih, atmosfer basket di Kalsel saat ini cukup kuat dengan hadirnya kompetisi Developmental Basketball League (DBL).

“Kita sama-sama tahu di Kalsel ada atmosfer basket yaitu DBL. Setelah saya mencek ke beberapa sekolah, impiannya memang ingin masuk di DBL. Berarti tugas kita untuk menyiapkan mereka bertanding di laga kompetisi DBL,” ujarnya.

Untuk memperluas pembinaan, lanjutnya, program Perbasi Kalsel Goes to School akan terus digencarkan. Tahun ini ditargetkan sedikitnya 30 sekolah disambangi, terutama sekolah yang telah memiliki kegiatan ekstrakurikuler bola basket.

Perbasi Kalsel, lanjutnya, juga mulai memperhatikan fasilitas pendukung. Melalui komunikasi dengan sejumlah pihak swasta, perbaikan lapangan basket di beberapa sekolah akan dilakukan secara bertahap.

“Skalanya tidak terlalu besar, tapi paling tidak ini menyempurnakan lapangannya nyaman digunakan, dipandang enak. Ada perbaikan infrastruktur secara bertahap,” bebernya.

Program lainnya adalah digitalisasi database atlet. Perbasi Kalsel akan membangun basis data yang memuat profil atlet basket se-Kalsel, mulai dari identitas, tinggi dan berat badan hingga kemampuan bermain.

“Sehingga saat orang dari luar melihat, bisa langsung tahu ada berapa pemain basket di Banjarmasin, tingginya berapa, berat badannya berapa. Peluang mereka untuk bisa main ke nasional pun semakin terbuka,” beber Bang Dhin

Rakerda juga merumuskan peta jalan kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan. Kompetisi akan dimulai dari tingkat kabupaten/kota yang kemudian dibagi dalam dua zona sebelum berlanjut ke tingkat provinsi. Langkah tersebut dilakukan agar pembinaan dan kompetisi tidak terputus, sekaligus memberikan ruang bagi atlet untuk terus berkembang.

“Kita tidak ingin mengadakan kompetisi tapi terputus. Kalau sekolah sudah ada DBL, kita coba buat kompetisi dari bawahnya. Jadi arahnya sudah jelas habis dari kompetisi ini masuknya ke mana, kompetisi apa, jenis liga apa,” tuturnya.

Tak hanya tingkat sekolah, Perbasi Kalsel juga menjajaki kembali kompetisi bola basket tingkat perguruan tinggi. Campus League maupun Liga Mahasiswa yang sebelumnya pernah digelar di Kalsel diupayakan dapat kembali hadir.

Kompetisi tingkat kampus, ditambahkannya, penting untuk memberikan wadah bagi tim-tim basket amatir di Banua sekaligus menjaga kesinambungan pembinaan atlet setelah jenjang sekolah.

“Kita sedang coba komunikasikan agar Kalsel bisa menjadi tempat Campus League maupun Liga Mahasiswa,” imbuh Bang Dhin.

Penulis/Editor: Tolah

Follow Google News Barito Post

Related posts

Dispora Kalsel Gelar Happy Race Pusbike 2026, Diikuti 165 Peserta Diantaranya Dari Kalteng dan Kaltim

Muhammad dan Ahmad Juara APRC 2026, IMI Kalsel Sambut Kedatangan di Bandara

Inkanas Kalsel Resmi Bentuk Cabang Kotabaru