Penghuni Bedakan di Sei Miai Ditemukan Meninggal Dunia, Jenazah Sudah Membusuk

MENINGGAL DUNIA – Ludwig Kasnadi (47), penghuni sebuah rumah bedakan di Kelurahan Sei Miai, Banjarmasin Utara, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk, Selasa (9/6/2026) pagi. (Foto: Istimewa)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Warga Jalan Agatis 2 RT 41, Kelurahan Sei Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara, digegerkan dengan bau tidak sedap yang berasal dari salah satu rumah bedakan, Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 10.30 WITA.

Setelah dilakukan pengecekan, penghuni bedakan bernama Ludwig Kasnadi (47) ditemukan telah meninggal dunia di dalam kamar dalam kondisi membusuk.

Korban diketahui tinggal seorang diri. Di lokasi ditemukan sejumlah obat-obatan, di antaranya Kalinex, Paracetamol, Allopurinol, dan Asam Mefenamat, serta telepon genggam milik korban. Kondisi wajah korban dilaporkan telah menghitam saat ditemukan.

Salah seorang tetangga korban, Hatnah Fatimah (37), mengatakan dirinya mulai mencium bau menyengat dari kamar korban sekitar pukul 10.30 WITA.

Karena merasa curiga, ia kemudian memberitahukan hal tersebut kepada warga lainnya, termasuk Muhtar (42).

Kecurigaan warga semakin kuat mengingat beberapa hari sebelumnya korban sempat mengeluhkan sejumlah penyakit yang dideritanya.

“Korban pernah bercerita mengalami sakit asam urat, gula darah, dan tekanan darah tinggi,” ujar Hatnah.

Saat warga mengintip melalui jendela kamar, korban terlihat sudah terbaring telentang dalam keadaan meninggal dunia dan tubuhnya mulai membusuk.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada relawan emergency dan pihak kepolisian. Tak lama berselang, personel Inafis Polresta Banjarmasin tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi.

Usai proses identifikasi selesai, jenazah korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin dengan bantuan tim rescue dan warga setempat.

Pihak keluarga korban juga telah diberitahu mengenai peristiwa tersebut oleh warga sekitar.

Kapolsek Banjarmasin Utara melalui Kanit Reskrim Ipda Hafiz Satria Arianda mengatakan, korban diketahui tinggal seorang diri di bedakan tersebut, sementara kedua orang tuanya berdomisili di Jakarta.

“Berdasarkan keterangan saksi, korban memiliki riwayat penyakit asam urat, gula darah, dan hipertensi.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sudah beberapa hari mengeluhkan sakit yang dideritanya dan sekitar tiga hari tidak terlihat keluar rumah,” jelas Hafiz.

Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.

Penulis: Arsuma
Editor: Mercurius

Follow Google News Barito Post

Related posts

Polisi Ungkap Modus Transaksi Ekstasi Terdakwa Siti Sarah

JPU Tuntut H. Ady 3 Tahun Penjara dalam Kasus Dugaan Penipuan Tambang Batu Bara

ASN Dinas ESDM Kalsel jadi Tersangka Korupsi, Plt Kadis Hormati Proses Hukum