Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Panitia Khusus (Pansus) II Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kalimantan Selatan
Tahun Anggaran 2025 sudah menyiapkan beberapa rekomendasi penting bagi seluruh mitra kerja terkait serapan anggaran yang dinilai belum maksimal.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Pansus II LKPj 2025 Muhammad Yani Helmi usai rapat pembahasan bersama seluruh mitra kerja di Banjarmasin, Selasa (21/4/2026).
Yani Helmi mengingatkan untuk serapan anggaran ini harus benar-benar terserap secara baik kalau memang ternyata anggaran di tempat saudara seperti ini terulang lagi di tahun 2026 ini kita akan evaluasi nanti di tahun 2027.
Baca Juga:
Politisi Golkar ini mengungkapkan pimpinan dan anggota Pansus II LKPj 2025 ini juga menyoroti beberapa permasalahan penting lainnya, seperti penyelesaian serah terima aset Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kotabaru dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di daerah Taluk Tamiang Kotabaru akibat peralihan status pengelolaannya dari Pemerintah Kabupaten Kotabaru ke Pemerintah Provinsi Kalsel sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan Nomor 41/KEPMEN-KP/2019 serta amanah Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Yani Helmi berharap penyerahan aset ini dapat segera diselesaikan sesegera mungkin oleh mitra kerja terkait.
“PPI Kotabaru dan SMKN di Taluk Tamiang ini perlu segera ditindak lanjuti. Rekomendasi kami ini mesti harus selesai,” tekannya.
Yani Helmi juga mengungkapkan Pansus II LKPj 2025 merekomendasikan pemberian asuransi usaha bagi para nelayan, pekebun dan petani, sehingga jika mengalami kegagalan usaha, gagal panen dan sebagainya, mereka mendapatkan santunan dari pemerintah. Termasuk juga merekomendasikan pemberian dana subsidi untuk pembelian solar bagi para nelayan Kalsel.
Baca Juga:
“Kalau masalah pangan ini benar-benar jangan sampai petani merugi,” tegasnya.
Senada anggota Pansus II LKPj 2025 Dewi Raisha Aprillia berharap realisasi anggaran tahun 2025 ini menjadi acuan semua mitra kerja agar keterlambatan penyerapan anggarannya tidak terulang di tahun 2026.
Dewi Raisha Aprillia berharap mudah-mudahan untuk anggaran murni bisa segera direalisasikan karena ada beberapa proyek yang sampai sekarang masih proses lelang padahal sudah mendekati bulan Mei.
“Mudah-mudahanlah itu bisa segera direalisasikan,” harapnya.
Baca Juga:
Editor/* : Sophan Sopiandi
Follow Google News Barito Post