Barabai, BARITOPOST.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus menuai sorotan. Setelah dikeluhkan pelajar dan orang tua, menu makanan yang dibagikan kini viral di berbagai platform media sosial dan memicu kritik luas dari masyarakat HST.
Foto-foto paket makanan yang diunggah orang tua siswa memperlihatkan isi yang dinilai jauh dari standar gizi. Dalam satu paket tampak hanya terdapat satu roti, satu susu kemasan, serta pisang yang disebut masih mentah.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet yang mempertanyakan kualitas serta kesesuaian anggaran per porsi yang disebut mencapai Rp15.000.
“Kalau benar Rp15 ribu per porsi, ini tidak masuk akal. Ini bahkan tidak cukup untuk satu kali makan layak,” ujar warga diamini beberapa warga lainnya.
Warga juga mengakui ada orang tua juga yang mengakui ada paket yang disebut untuk tiga hari dengan isi tiga pisang dan roti.
“Kondisi ini tidak hanya mengecewakan, tetapi juga berpotensi mengabaikan kebutuhan gizi anak-anak sekolah,” jelasnya.
Viralnya menu MBG tersebut membuat sorotan tajam mengarah kepada pengelola Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) HST.
Publik mempertanyakan perencanaan menu, kualitas bahan makanan, hingga mekanisme pengawasan distribusi. Transparansi penggunaan anggaran pun menjadi tuntutan utama masyarakat.
Orang tua berharap pengelola SPPG tidak tutup mata terhadap kritik yang berkembang dan segera melakukan evaluasi menyeluruh.
Mereka menegaskan bahwa program yang menyasar anak-anak tidak boleh dijalankan secara asal, apalagi jika menimbulkan keresahan publik.
Sementara itu, Koordinator SPPG HST yang telah dikonfirmasi terkait keluhan dan viralnya menu tersebut hingga berita ini diturunkan belum memberikan respons.
Sikap tersebut semakin memantik pertanyaan publik mengenai tanggung jawab dan keterbukaan pengelola program di daerah.
*
Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya