Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meluncurkan Program Banua Waspada Scam untuk memperkuat pencegahan dan penanganan penipuan transaksi keuangan sekaligus memperluas akses pelaporan masyarakat hingga tingkat kecamatan. Peluncuran program tersebut dirangkai dengan pelatihan petugas Helpdesk Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) se-Kalimantan Selatan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga: Sebar 100 Tandon dan 21 Tangki Untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Mengusung tema “Waspada Wahini, Aman Salawasan”, program ini merupakan kolaborasi OJK, pemerintah daerah, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Daerah, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan terkait. Inisiatif tersebut diharapkan memperkuat koordinasi sekaligus mempermudah masyarakat mendapatkan edukasi dan pendampingan ketika menghadapi penipuan digital.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, mengatakan penanganan penipuan transaksi keuangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Program Banua Waspada Scam dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni penguatan kolaborasi dengan Satgas PASTI Daerah, peningkatan peran bank daerah, serta perluasan akses pelaporan melalui Helpdesk IASC di tingkat kecamatan.
Berdasarkan data OJK, terdapat 3.314 laporan dugaan penipuan transaksi keuangan di Kalimantan Selatan dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp111.168.359.704 atau sekitar Rp111,17 miliar. Kota Banjarmasin mencatat jumlah laporan terbanyak, yakni 1.110 laporan, disusul Kota Banjarbaru sebanyak 452 laporan dan Kabupaten Banjar sebanyak 326 laporan.
Baca Juga: Sebar 100 Tandon dan 21 Tangki Untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Modus penipuan yang dilaporkan masyarakat antara lain penipuan jual beli daring, tawaran hadiah palsu, rekayasa sosial (social engineering), penyebaran aplikasi berbahaya melalui WhatsApp yang menyamar sebagai dokumen resmi, hingga penipuan berkedok hubungan asmara (love scam). Beragam modus tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam melindungi data pribadi dan melakukan transaksi melalui saluran digital.
Secara nasional, data IASC per 30 Juni 2026 mencatat lebih dari 608 ribu laporan penipuan yang berkaitan dengan lebih dari 1,08 juta rekening dan 132 ribu nomor telepon. Dari keseluruhan laporan tersebut, sebanyak 557.751 rekening telah diblokir. Dana yang berhasil diblokir mencapai sekitar Rp674,1 miliar, sedangkan dana yang dikembalikan kepada korban tercatat sekitar Rp196,93 miliar.
Direktur Eksekutif Kelompok Spesialis Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Djoko Kurnijanto, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital.
Baca Juga: Sebar 100 Tandon dan 21 Tangki Untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Ia mengibaratkan scam sebagai “jambret digital” karena dana korban dapat berpindah dalam waktu singkat. Masyarakat diimbau tidak mudah tergiur tawaran hadiah atau keuntungan yang mencurigakan serta tidak memberikan data pribadi, PIN, kata sandi, maupun kode OTP kepada pihak lain.
Sebagai upaya memperluas perlindungan, petugas Helpdesk IASC di tingkat kecamatan akan membantu masyarakat memahami prosedur pelaporan, menyiapkan informasi dan bukti yang diperlukan, serta mengakses kanal resmi IASC sesegera mungkin.
Program ini turut didukung Surat Edaran Gubernur Kalimantan Selatan tentang Penguatan Pencegahan dan Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan melalui Program Banua Waspada Scam.
Baca Juga: Sebar 100 Tandon dan 21 Tangki Untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Pemerintah kabupaten dan kota didorong membentuk Helpdesk IASC di wilayah masing-masing agar edukasi dan pendampingan pelaporan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Agus Maiyo menegaskan, kecepatan penanganan harus sejalan dengan perkembangan modus penipuan.
“Scam bergerak cepat, maka respons kita harus lebih cepat. Dengan kolaborasi, kepedulian, dan tindakan yang nyata, kita wujudkan Kalimantan Selatan yang lebih waspada dan tangguh terhadap scam. Waspada Wahini, Aman Salawasan!” ujarnya.[]