Korban Tenggelam di Pasar Lima, Ditemukan di Sungai Martapura Batang 27 Tembus Mantuil Banjarmasin

by baritopost.co.id
1 comment 2 minutes read
KORBAN TENGGELAM - Pihak Inafis dan anggota Satpomair serta relawan dan petugas kamar mayar RSUD Ulin saat membawa temuan korban tenggelam di Pasar Lima ke ruang Pemulasaraan guna divisum, Jumat (1/12/2023) pagi. (foto:ist)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Korban tenggelam bernama Erlinda (30) yang tenggelam di Pasar Lima Sungai Martapura, Kamis (30/11/2023) siang pukul 13.30 Wita kemarin, akhirnya ditemukan. Mayat pengupas bawang itu ditemukan Batang 27 Tembus Mantuil Gang Mawar 1 Kelurahan Basirih Selatan Banjarmasin Selatan atau titik koordinat -3,34267,114,58591,46,8m, 302, Jum’at (1/12/2023) pagi pukul 09.30 Wita.

Korban warga Rantauan Timur 1 RT 15 Banjarmasin Selatan itu terjatuh da tenggelam di Dermaga Pasar Baru Jalan Arum mqanis II Kecamatan Banjarmasin Tengah. Saksi yang melihat dan mengetahui kejadian itu
Arbain (37) dan Noor Effendi Ketua RT 01 di TKP.

Arbain mengatakan, saat utu ia sedang mencuci piring di tempat dagang, kemudian melihat korban terbawa arus dan sempat berteriak meminta tolong dan tidak lama lalu tenggelam terbawa arus.

Baca Juga: Polresta Banjarmasin Musnahkan Narkoba 1 Ons Lebih Dihadapan 12 Tersangka

Posisi air dalam keadaan surut, dan Arbain meminta pertolongan kepada masyarakat di sekitar TKP. Setelah dilakukan pencarian selama 20 jam akhirnya ditemukan.

Kasat Polair Polresta Banjarmasin AKP Dading Kalbu Adie mengatakan,
anggota piket jaga beserta anggota unit gakkum Satpolairud mendapatkan informasi terkait penemuan mayat tersebut. Kemudian pihaknya menuju TKP dan hasil pemeriksaan TKP didapatkan informasi melaui keterangan saksi pada pukul 09.30 Wita pagi .

Arbain ketika itu sedang duduk di batang atau pinggir sungai di TKP dan saksi melihat korban hanyut terbawa arus. jemudian ia bercebur dan mencoba mengamankan korban dengan memegang bagian celana korban untuk dibawa ke pinggir batang.

Kemudian Arbain mengikat celana korban dengan tali gunakan untuk mempertahankan posisi korban dengan dipegangnya. Agar korban tidak hanyut terbawa arus sungai yang cukup deras.

Arbain lalu meminta warga memanggil ketua RT setempat, kemudian Noor Effendi datang dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan pihak kelurahan Basirih Selatan serta instansi terkait.

Kemudian korban dievakuasi oleh BPBD Kota Banjarmasin ke Kamar mayat RSUD Ulin Jalan Simpang Ulin. Selanjutnya sekitar pukul 11.45 Wita anggota piket jaga serta unit gakkum Satpolairud Polresta Banjarmasin.

Baca Juga: Sidang Lanjutan Ayah Jebloskan Anak ke Penjara, Kuasa Hukum Tekankan Adanya Perdamaian sebelum Perkara Dinyatakan P-21

Kasat Polair menambahkan, pihak RSUD Ulin Banjarmasin yang dipimpin oleh dr Mia Yulia Fitrianti, Sp.FM melaksanakan visum luar kepada korban korban.
Hasilnya menurut keterangan dokter
Kepala dan tangan serta badan maupun kaki tidak ditemukan tanda-tanda Tindak Pidana.

“Menurut keterangan dari dokter pemeriksa bahwa korban meninggal di dalam air akibat kehabisan oksigen dan tidak ditemukan tanda-tanda terjadinya tindak pidana di tubuh korban. Selanjutnya korban dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk disemayamkan,”pungkas Dading.

Penulis : Arsuma
Edutorr : Mercurius

Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya

Baca Artikel Lainnya

1 comment

Perhotelan Sabtu, 2 Desember 2023, 09:57 - 09:57

Apakah ada upaya preventif yang sedang dilakukan oleh pemerintah atau instansi terkait untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang? Visit us Telkom University

Reply

Leave a Comment