Komisi II DPRD Kalsel Evaluasi Penanganan Ketahanan Pangan Saat Musibah Banjir

by Sophan Sopiandi
0 comments 2 minutes read
RAPAT EVALUASI-Komisi II DPRD Provinsi Kalsel bersama mitra kerja menggelar rapat kerja evaluasi ketahanan pangan saat musibah banjir.(foto : humasdprdkalsel)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Evaluasi Ketahanan Pangan bersama mitra kerja terkait, yang berlangsung di ruang rapat Komisi II Gedung DPRD Provinsi Kalsel Lt 4, Jalan Lambung Mangkurat Nomor 8, Banjarmasin, Rabu (7/1/2026).

Rapat kerja tersebut untuk mengetahui persiapan Pemerintah Provinsi Kalsel menghadapi kebutuhan pangan disaat terjadi musibah banjir.

Pasalnya, musibah banjir yang terjadi di sejumlah kawasan di Kalsel, selain mengganggu perekonomian masyarakat, juga menimbulkan kekhawatiran terhadap ketahanan pangan.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhamad Yani Helmi mengungkapkan, dari hasil evaluasi diketahui di sektor pertanian, khususnya tanaman padi, saat ini Kalsel mengalami surplus, termasuk di sektor peternakan unggas (ayam) juga mengalami surplus.

“Jadi ketersediaan pangan di pasar cukup tersedia,” ujar Yani Helmi.

Lanjutnya bahkan dinas juga di perintah Pak Gubernur untuk membantu masyarakat terdampak banjir. Utamanya di daerah martapura (Kabupaten Banjar) secara umum.

“Kami anggota dewan juga ikut membantu korban banjir,” tukasnya.

Untuk penanganan banjir kedepan, imbuhnya, berencana menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III untuk bersama-sama mengevaluasi sungai-sungai dan anak sungai yang ada di Kalsel, khususnya sungai Martapura agar bisa di normalisasi.

“Masalah banjir ini kita penanganannya dari hulu sampai ke hilir,” ucapnya.

Politisi Golkar ini menegaskan penanganan banjir itu tidak akan selesai hanya bagi-bagi bantuan, tapi kita harus melakukan reboisasi hutan, kemudian normalisasi sungai, seperti Sungai Martapura.

“Langkah seperti itu yang harus dilakukan pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” sarannya.

Senada, Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel H Jahrian menambahkan, ke depan untuk mengantisipasi gagal panen akibat lahan persawahan masyarakat yang terkena banjir, pihaknya akan mengusulkan pola tanam padi terapung dengan memanfaatkan pohon bambu yang dibuat seperti rakit diberi tanah untuk media tanam padi.

Lanjutnya pohon bambu ini rencananya akan ditanam di daerah yang rawan longsor, seperti di beberapa titik di jalan lintas Banjarbaru-Batulicin karena akarnya dirasa mampu mengikat tanah agar tidak longsor.

“Bambu itu direncanakan dikemudian hari kita membuat padi apung, yaitu tanam padi apung diatas bambu. Kalau orang Thailand menggunakan busa dan kita di Kalimantan menggunakan Bambu,” terangnya.

Rapat kerja evaluasi penanganan ketahanan pangan ini diikuti mitra kerja dari Pemprov Kalsel, yakni Bappeda, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Perdagangan dan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

 

Editor/* : Sophan Sopiandi

Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar