Kenali Karakter Agar Sukses di Era Milenial

by admin
0 comment 3 minutes read

Teks Foto : Ketua STIMI Banjarmasin Titin Agustina dan Dosen Syamsuddinoor  bersama dua narasumber (tengah) pada Seminar “Karakter Unggul Menghadapi Tantangan Milenial” di salah satu hotel di Banjarmasin , Sabtu, (25/8) lalu. (foto :dok STIMI Banjarmasin).

Banjarmasin, BARITO

Generasi yang tumbuh di masa sekarang atau yang biasa disebut era milenial harus memiliki karakter yang kuat. Karena karakter lah yang berperan dalam menentukan sukses tidaknya seseorang.

Berkait hal itu, STIMI Banjarmasin selaku institusi yang mencetak sarjana manajemen yang didalamnya termasuk bidang manajemen sumber daya manusia menyelenggarakan Seminar “Karakter Unggul Menghadapi Tantangan Milenial”  di salah satu ruang pertemuan hotel di Jalan A Yani kilometer 5,5 akhir pekan tadi.

Ketua STIMI Banjarmasin, Titin Agustina mengatakan, pembangunan karakter sangat penting agar generasi saat ini mampu merespon setiap perubahan dengan baik. Kemampuan beradaptasi dan merespon itu merupakan bagian dari karakter yang harus senantiasa dikembangkan dan dicerahkan agar dapat meraih kesuksesan dalam hidup.

“Karakter yang bagus dibangun di sepanjang usia kita. Artinya, diri pribadi harus selalu dicerahkan agar tidak mudah goyah dan depresi jika menghadapi persoalan di masa milenial,” ujarnya dalam sambutannya.

Menurut Titin, STIMI berperan dalam membagikan pengetahuan dari segi pembangunan karakter.

Titin mengutip pendapat psikolog Daniel Goleman yang menyatakan bahwa hanya 10-20 persen kesuksesan ditentukan oleh kemampuan akademis. Sedangkan 80 persen ditentukan oleh karakter. “Maka, penting bagi kita untuk turut serta mencerdaskan bangsa dalam rangka memberikan pencerahan bahwa pembangunan karakter itu sangat perlu dilakukan dengan diawali dengan cara kita memberi respon yang benar terhadap kondisi di luar diri kita,” jelasnya.

Dia mengatakan, orang bisa saja mampu menyelesaikan jenjang pendidikan setinggi mungkin. Tetapi jika karakternya buruk, maka orang lain enggan bekerjasama dengannya.

“Seminar ini sasarannya adalah mahasiswa STIMI, tetapi kita juga ingin berbagi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar dalam hal pembangunan karakter ini,” terangnya.

Sehingga pada seminar itu, STIMI Banjarmasin juga bekerjasama dan menandatangani nota kesepahaman dengan Siti Wasilah ( Istri Walikota Banjarmasin) dan bekerjsama dengan Bank Kalsel, Dinas Pemberdayaan Anak Kota Banjarmasin serta pihak terkait lainnya.

Sementara itu Harmoni Ezra dari Power Character mengungkapkan bahwa banyak tantangan yang dihadapi generasi milenial. Generasi milenial menurutnya seringkali terjebak dalam tantangan tersebut . Akibatnya, kata dia, banyak anak muda kehilangan identitas dan tidak punya tujuan.

“Tujuan seminar ini membantu anak muda untuk menemukan talenta dan potensi mereka. Mereka harus berkarya sesuai dengan potensi mereka,” ujarnya.

Berdasarkan pengalamannya sebagai konsultan pembangunan karakter dan mengutip survey Kompas, sekitar 80 persen anak muda merasa salah jurusan pendidikan. Termasuk pula mereka yang sudah bekerja sebanyak 80 persen merasa tidak cocok dengan pekerjaannya .Sehingga banyak yang tidak dapat berkarya dan bekerja maksimal.

Dalam hal salah memilih jurusan pendidikan, imbuhnya, umumnya mahasiswa baru sadar sudah salah jurusan pada saat kuliahnya sudah masuk semester 4. Bahkan ada pula yang sudah mulai menyusun tugas akhir. Sehingga mahasiswa itupun merasa tanggung untuk keluar dan akhirnya tidak berkembang potensinya.

Untuk mengenali potensi dan titik kritis seseorang, maka hadir pula dalam seminar itu Hans Ega Saputra .Hans yang merupakan konselor karakter mengatakan, tandatangan seseorang dapat dianalisa.

“Menurut ilmu grafologi , potensi dan karakter serta titik kritis seseorang bisa dilihat melalui tandatangan. Termasuk pula kecocokan  dia memilih jurusan kuliah dan bidang pekerjaannya,” urainya.

Hans mengatakan, pihaknya mengajak generasi muda untuk bersemangat menghadapi kehidupan. Apalagi di era sekarang, arti kata sukses itu maknanya bias. “Banyak terjadi bias dalam mengartikan kata sukses itu dan beragam . Arti kata sukses sesungguhnya adalah memaksimalkan potensi kita agar excellent (unggul, red) di bidang kita. Dari sana kita tahu titik kritisnya seperti apa sehingga bisa meminimalisir,” bebernya.

Kemudian ditambahkan bahwa selain memotivasi generasi muda, pihaknya juga membangun sebuah kesadaran bagi orangtua dan pendidik. Dalam hal ini,  orangtua dan pendidik harus mengerti bahwa pentingnya mengetahui dan membangun karakter. Sehingga dapat mengarahkan dan membimbing anaknya untuk mengembangkan potensi.

“Karena tanpa kesadaran mengenai karakter, orangtua dan guru cenderung akan membesarkan anak-anaknya dengan standar karakter mereka. Itu yang pada hari ini yakni di jaman milenial kita lakukan mitigasi,” jelas Harmoni menimpali.tya

You may also like

Leave a Comment