oleh

Kelotok di Siring Bukan Kelotok Wisata

-Bandarmasih-1.115 views
BAHAYA-Kebiasaan penumpang kelotok yang duduk di atas atap tanpa memperhatikan keselamatan pribadi.

Banjarmasin, BARITO – Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, menilai kelotok wisata yang biasa membawa pengunjung di Siring Kota Banjarmasin tidak aman dan berpotensi resiko kecelakaan.

Hal tersebut dikatakan oleh Kadishub Kota Banjarmasin, Ikhwan Noor Khalik. Ikhwan ingin kelotok wisata lebih memperhatikan keselamatan penumpang, jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi. “Kalau terjadi insiden kan yang ribet kita juga,” bebernya.

Menghindari insiden itu, Ikhwan berencana akan merubah konsep kelotok wisata dari Dishub. Konsepnya lebih mengutamakan keselamatan, seperti tidak ada lagi penumpang yang duduk diatas atap.

“Konsep kelotok baru ini pastinya tidak ada lagi penumpang yang duduk diatas atap,” katanya.

Ikhwan menilai kelotok ada sekarang bukan termasuk kelotok wisata, karena kelotok itu kelotok yang sudah ada dan dulunya digunakan sebagai taksi angkutan air di Banjarmasin yang sekarang dirubah fungsinya untuk wisata.

Kelotok wisata itu, ia mengambil contoh membandingkan dengan kelotok yang ada di Singapore seperti Pulau Sentosa, dimana kelotoknya kecil saja tetapi sudah ada bangkunya untuk kenyamanan dan memperhatikan keselamatan penumpang.

Saat ini pihaknya, masih dalam tahap merancang contoh kelotok yang mengutamakan safety dan nantinya menjadi patokan untuk renovasi kelotok yang sekarang tersedia.

“Kita masih dalam tahap merancang, setelah merancang ini nanti kita launching kemudian kita cari investor yang mau bekerjasama dalam merenovasi bentuk kelotok wisata sekarang untuk dijadikan seperti desain dari dishub nanti,” bebernya.

Ikhwan berharap, dengan keadaan kelotok sekarang ini mudahan tidak terjadi insiden, apalagi menelan korban.

Memang orang Banjar mayoritas  bisa berenang, tetapi kita tidak tahu bila ada penumpang yang tidak bisa berenang saat ada insiden. Nah soal itu siapa yang mau beranggung jawab. “Tapi mudahan tidak terjadi,” tuturnya. dan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed