Kejurprov Angkat Besi Kalsel 2026 : Peserta Meningkat dan Jadi Ajang Regenerasi Atlet

Pelaksanaan Kejurprov Angkat Besi Kalsel 2026, Sabtu (12/9/2026) di Halaman Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Banjarmasin. (foto: Tolah/brt)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Angkat Besi Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026 resmi digelar, Sabtu (12/9/2026) di Halaman Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Banjarmasin.

Kejurprov angkat besi tersebut, sekaligus menjadi momentum penting dalam menjaring dan mempersiapkan bibit-bibit atlet potensial untuk regenerasi prestasi olahraga angkat besi di Banua yang diikuti atlet dari 11 kabupaten/kota se-Kalsel.

Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel, Heru Susmianto didampingi Kasi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan Rijal Hamid mengatakan, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mencari atlet potensial yang nantinya dapat dibina secara berkelanjutan.

“Ini dalam rangka mencari atlet-atlet yang potensial dan berprestasi di tingkat provinsi. Pembinaan olahraga memang dilakukan secara berjenjang, baik untuk atlet pelajar maupun senior,” ujarnya.

Menurut Heru, angkat besi merupakan salah satu cabang olahraga yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Hal tersebut tidak lepas dari sejumlah prestasi yang telah disumbangkan atlet Kalsel pada berbagai ajang olahraga, baik tingkat pelajar maupun senior.

Karena itu, lanjutnya, pelaksanaan Kejurprov diharapkan mampu menumbuhkan minat atlet-atlet muda dari berbagai daerah, termasuk kabupaten yang selama ini belum banyak mengirimkan atlet ke tingkat provinsi.

“Dengan adanya kegiatan Kejurprov ini, kita berharap bisa menumbuhkan minat atlet-atlet di daerah. Mereka yang mungkin jauh dari Banjarmasin bisa mendapatkan kesempatan untuk bersaing di tingkat provinsi,” bebernya.

Heru menegaskan, Dispora Kalsel juga memberikan dukungan terhadap atlet yang menunjukkan prestasi. Atlet berprestasi maupun atlet potensial akan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai jenjang kejuaraan.

“Untuk atlet yang berprestasi, tentunya kita lakukan pembinaan secara terus-menerus. Hasil PON kemarin, beberapa atlet angkat besi dan atlet potensial lainnya juga kita berikan uang pembinaan secara perorangan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PABSI Kalsel, Mardian Susanto HB, S.AP bersama Tommy Firdaus Bachlevi (Sekretaris PABSI Kalsel) mengungkapkan Kejurprov tahun ini mengalami peningkatan partisipasi dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada Kejurprov sebelumnya hanya diikuti tujuh kabupaten/kota, tahun ini seluruh 11 kabupaten/kota telah memiliki kepengurusan dan mengirimkan atlet untuk ambil bagian. “Tahun sebelumnya kita hanya bisa melaksanakan dan diikuti tujuh kabupaten/kota,” ucap Mardian.

Menariknya, sambungnya, sebagian besar peserta yang tampil merupakan atlet pemula yang belum pernah mengikuti pertandingan maupun tampil di atas panggung kompetisi.
“Keberanian memberikan kesempatan bertanding kepada atlet pemula menjadi bagian penting dalam proses pembinaan dan regenerasi. Kami sangat bangga karena mereka adalah atlet-atlet pemula yang belum pernah naik panggung dan hari ini kita libatkan. Paling tidak ini akan memberikan semangat buat mereka,” katanya.

Ia menilai, atlet muda harus diberikan ruang untuk bertanding agar memiliki pengalaman sekaligus motivasi untuk terus berlatih. “Kalau mereka tidak diikutkan bertanding dan tidak diberikan kelas, akhirnya mereka bisa tidak ikut lagi latihan. Jadi kita berikan kesempatan kepada mereka,” tuturnya.

Mardian berharap Kejurprov dapat dilaksanakan secara berkala sehingga muncul bibit-bibit baru yang mampu meneruskan prestasi atlet-atlet angkat besi Kalsel sebelumnya.

“Harapan kami, mudah-mudahan dengan mengadakan Kejurprov secara berkala, paling tidak nanti kita mendapatkan bibit-bibit baru seperti atlet-atlet yang sudah lewat. Artinya, Kejurprov ini adalah bagian dari regenerasi,” tegasnya.

Mardian mengakui pembinaan angkat besi di seluruh kabupaten/kota Kalsel belum sepenuhnya merata. Namun, keterlibatan seluruh 11 kabupaten/kota pada Kejurprov 2026 merupakan langkah awal yang positif.

Ia mencontohkan Pengkot PABSI Banjarbaru yang baru berjalan sekitar enam bulan, namun sudah mampu mengirimkan empat atlet yang seluruhnya merupakan pelajar. Hal serupa juga terlihat di Kabupaten Banjar yang kepengurusannya relatif baru terbentuk, tetapi sudah mulai menyiapkan atlet-atlet usia sekolah.

“Kalau mengatakan pembinaan sudah merata, memang belum. Tapi paling tidak ini adalah awal menuju lebih baik lagi,” imbuhnya.

Penulis/Editor: Tolah

Follow Google News Barito Post

Related posts

Barito Putera Siap Ladeni Persipura di Laga Perdana Liga 2 Indonesia 2026/2027

Dispora Kalsel Dorong Peningkatan Prestasi Atlet PPLP dan Sentra Olahraga

BKD dan DPKP Juara Kategori SKPD 3X3 Basketball Harjad Kalsel 2026