oleh

Kapolda : Kecelakaan Terjadi Karena Pelanggaran Lalu Intas

Banjarmasin, BARITO – Operasi Zebra Intan 2018 digelar Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) dan jajarannya selama dua minggu kedepan,  Selasa (30/10) pagi. Bertempat di halaman Mapolresta Banjarmasin, untuk pertama kalinya dipimpin Inspektur Upacara  Kapolda Irjen Pol Yazd Fanani, bahkan dihadiri Gubernur H Sahbirin Noor.

Gubernur Kalsel yang akrab disapa  Paman Birin usai Gelar Pasukan mengatakan, Operasi Zebra Intan 2018 ini tentu saja dalam rangka Tertib Berlalu Lintas. Manfaatnya sangat banyak sekali terutama menjaga atau meminimalisir terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan.

“Tentunya tujuannya   Zero Accident atau minimalisir atau menolkan potensi kecelakaan  dan sangat bermanfaat buat masyarakat khususnya Kalimantan Selatan.  Saya ucapkan selamat  bertugas kepada semua khususnya Polda Kalsel,”sebutnya

Dalam hal ini bila  aturan  tata tertib lalu lintas diikuti dengan tertib,  Insya Allah semua akan menjadi nyaman dan lancar. Terkait dengan pelajar sekolah tingkat SMP menggunakan kendaraan, padahal belum dewasa untuk memiliki SIM.

Paman Birin menyatakan, sebaik pelajar SMP itu diantar orang tuanya,  kalau pihak sekolah ada pembelajaran ataupun pengarahan pasti hal itu tidak terjadi. Namun gubernur menyayangkan kalau pihak sekolah tidak melarang pelajarnya menggunakan motor tersebut.

Ironiya sekolah malah menyediakan lapangan untuk parkir motor, bahkan ada sekolah yang tak dapat menampung parkir di sekolahnya. Akibatnya parkir motor pelajar SMP itu di halaman rumah warga sekitar.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazin Fanani menambahkan,  Operasi Zebra Intan 2018 ini tujuannya adalah mengurangi  kemungkinan korban fatal akibat berlalu lintas. “Kita tahu data tadi disebut betapa mirisnya  dari tahun 2016 ke tahun 2017 itu meningkat angka laka lantas,”ujarnya.

Tetapi secara parsial untuk di wilayah atau di daerah Kalimantan Selatan ini, Alhamdulillah menurut kita harapkan nanti dari tahun 2018/2019 ini korban kecelakaan itu lebih minim,”terang Yazid.

Menurutnya,  dengan penindakan dan  penjagaan itu intinya dengan operasi diupayakan agar dapat minimal pelanggaran lalu lintas. Kenapa karena sebagian besar atau bahkan semua korban kecelakaan lalu lintas ini didahului oleh pelanggaran lalu lintas.

“Pelanggaran terjadi karena kecepatan tinggi dan  penggunaan kendaraan yang tidak sesuai, biasanya kendaraan digunakan lebih dari dua orang.  Hingga pengendara  tidak memakai helm standar,”bebernya.

Untuk itu dengan Ops Zebra Intan yang menggelar razia  penjagaan atau stationer dan mobile, intinya   efektivitas penegakan hukum agar melakukan edukasi.  Dengan demikian semua memperhatikan keselamatan saat berendaraan termasuk mobil.

Terkait pelajar di bawah umur menggunakan motor, kapolda mengatakan, sekolah harus melaksanakan edukasi. Dengan memberikan pemahaman mereka belum dewasa dan labil, sehingga rawan laka lantas.

Karena dalan Operasi kepolisian terpusat, dengan penegakan hukum tehas dan humanis meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas menuju  zero accident. Diharapkan masyarakatlebih tertib dan waspada dalam berkendaraan.

Yazid Fanani menjelaskan, Operasi Zebra Intan 2018  dilaksanakan selama 14 hari,  dari sekarang sampai 12 Nopember mendatang. Dengan melibatkan kekuatan 511 anggota Polda dan Kewilayahan : 432 Orang serta  79 Orang dishub dan ormas. ndy

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed