Kapolda Kalsel Apresiasi Peran GAPKI dalam Penanggulangan Karhutla

by baritopost.co.id
0 comments 2 minutes read
Salah satu unit helikopter yang dioperasikan untuk water bombing memadamkan kawasan yang terbakar api. (foto ist/brt)

Banjarbaru, BARITOPOST.CO.ID – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Selatan (Kalsel), Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengapresiasi kontribusi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang setempat, dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah ini. Hal itu disampaikan dalam pertemuan bersama GAPKI Kalsel di Markas Komando Polda Kalsel, Selasa (27/10/2026) lalu di Banjarbaru

“Keseriusan GAPKI Kalsel dan para anggotanya terlihat nyata. Di tengah kondisi kebun masing-masing yang juga harus dijaga, mereka tetap menurunkan tim ke posko provinsi. Atas nama Polda Kalimantan Selatan, kami berterima kasih kepada GAPKI yang telah menggerakkan anggotanya, termasuk membantu hingga di luar area konsesi,” ujar Kapolda.

Menurutnya, kontribusi GAPKI Kalsel terlihat nyata dari keterlibatan aktif tim perusahaan anggotanya di posko penanganan karhutla tingkat provinsi. Ia menilai GAPKI Kalsel telah banyak memberikan bantuan, bahkan hingga di luar area konsesi perusahaan anggotanya.

Selain itu, langkah para perusahaan anggota GAPKI Kalsel dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan juga diapresiasi. Inpres tersebut mewajibkan korporasi pemegang konsesi menjaga areal serta zona penyangga sekurang-kurangnya 5 kilometer. Salah satu perusahaan anggota GAPKI Kalsel bahkan menyewa helikopter water bombing secara mandiri.

Dalam rangka mengatasi kebakaran, Polda Kalsel juga mengembangkan inovasi bersama Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan pelaku usaha. Salah satunya pemanfaatan cairan surfaktan dalam upaya pemadaman.

Pada rapat terakhir bersama Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, Kapolda Yudha menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya bertumpu pada korporasi dan aparat penegak hukum. Pemerintah daerah perlu memperkuat pengawasan hingga tingkat kecamatan dan desa, termasuk melalui peraturan desa (perdes) tentang pengelolaan lahan dan larangan membakar lahan.

Polda Kalsel berkomitmen mendorong Pemprov Kalsel memperkuat pencegahan, termasuk menyiapkan infrastruktur yang lebih berbasis sains melalui kajian akademisi. Setelah pemerintah bergerak, ia berharap GAPKI Kalsel dan para anggotanya turut mendukung di wilayah kerja dan area ring 1 masing-masing.

“Pemerintah harus menjadi penggerak utama, bersama masyarakat, pemerintah desa, dan aparat penegak hukum. Saya yakin GAPKI Kalsel dan dunia usaha siap berkolaborasi dan mendukung pencegahan di wilayah kerja serta ring 1 masing-masing,” tuturnya.

Selain karhutla, Kapolda Yudha kembali menyarankan agar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) perusahaan anggota GAPKI Kalsel benar-benar terfokus dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pertemuan juga membahas persiapan antisipasi banjir.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan Polda Kalsel dan GAPKI Kalsel untuk terus memperkuat kerja sama dalam penanggulangan karhutla. “Kami berterima kasih atas apresiasi dan arahan Bapak Kapolda. GAPKI Kalsel akan terus mendorong anggotanya memperkuat kesiapsiagaan di wilayah kerja dan ring 1, serta mendukung pencegahan bersama pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Ketua GAPKI Kalsel, Eddy S. Binti.

Penulis/Editor: */Salman

Follow Google News Barito Post

​

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar