Jadi Desa Wisata, Anak-anak Bisa Bersekolah

Desa Sade Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) (foto:dok)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Desa Sade Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih kuat memegang adat tradisi Kampung Suku Sasak

Terdapat, 150 Kepala Keluarga (KK) dengan lebih dari 700 orang yang tinggal di desa seluas 2 hektar, beralaskan bangunan rumah kamit. “Mungkin ini, satu-satunya bangunan di Indonesia. Bangunan rumah kamin dari sekam dan kotoran sapi ,” ucap Riyanto penduduk setempat, yang ketika itu jurnalis baritopost.co.id berkeliling di kawasan tersebut.

Mengingat, dengan sekam dipercaya dapat mengusir roh-roh jahat dan kotoran sapi rumah mereka terbebas dari nyamuk.  Meski begitu,  lokasi bangunan rumah berada di pinggir jalan raya dan berdekatan dengan perbelanjaan modern, warga kampung Sade tetap tidak menggunakan listrik sebagai penerang rumah.

BACA JUGA

Ada pula disuguhkan salah satu tarian dari Suku Sasak saat menyambut tamu. Sejak ditetapkan sebagai Desa Wisata, jelasnya, ekonomi warga lebih baik. “Dulu hasil warga desa hanya dari bertani, yang cuma panen setahun sekali. Kini jadi Desa Wisata dan pengunjung berdatangan, untuk membeli hasil kerajinan buatan warga desa,” sebutnya.

Kini, paparnya, anak-anak bisa sekolah, dengan adanya tamu yang berkunjung dan membeli hasil-hasil kerajinan. “Kunjungan wisata di desanya makin banyak sehingga ekonomi desa juga makin baik. Walau saat Covid-19 pernah tutup selama 3 bulan. Terima kasih, telah berkunjung ke kampung kami. Salam buat semuanya,” imbuhnya.

Editor : Afdiannoor Rahmanata

BACA JUGA:

Related posts

Pemkab HST Kembali Catat Prestasi Dengan Raih WTP

Pemkab HST Dorong Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Melalui SPIP

Bupati HST Samsuk Rizal Resmi Melantik Pengurus LPTQ Periode 2026 – 2031