Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Puji Dwi Astuti, wanita berusia 58 tahun, sesekali mengusap dan menghapus air matanya setelah mendapat kepastian bahwa adiknya, Bambang Setya Budi (56), merupakan salah satu korban KM Virgo Transport 8 yang ditemukan tim penyelam gabungan di dalam bangkai kapal, Senin (28/9/2026).
Bambang ditemukan setelah tim penyelam Basarnas bersama TNI AL dan Jalsindo melakukan pencarian terhadap para korban yang masih berada di dalam bangkai kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa.
Mengenakan topi warna krem bertuliskan New York (NY) dan kaos hitam, warga Kalimantan Timur itu tampak masih berulang kali bertanya kepada petugas DVI Polda Kalsel. Kepastian identitas Bambang diterimanya setelah pihak RS Bhayangkara menggelar konferensi pers dan menyebut nama adiknya sebagai korban yang berhasil diidentifikasi.
Puji mengaku selama menunggu kabar tentang adiknya, dirinya bersama suami terus berharap Bambang segera ditemukan dan diketahui identitasnya.
Setelah mendapat kepastian tersebut, Puji langsung menghubungi ibunya yang berada di Desa Wono Agung, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
“Ya ibu sering pingsan kalau ingat kabar korban KMP Virgo Transport 8 ini tenggelam,” sebutnya.
Kini, Puji kembali harus menyampaikan kabar kepada sang ibu bahwa Bambang telah ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia.
“Jadi tinggal menunggu pengurusan jenazah untuk dipulangkan dimakamkan ke Malang,” bebernya.
Menurut Puji, dirinya terakhir bertemu dengan Bambang sekitar lima bulan lalu. Saat itu sang adik datang ke rumahnya di Kalimantan Timur. Pertemuan tersebut ternyata menjadi pertemuan terakhir keduanya.
Selama ini, Puji mengaku tidak memiliki firasat apa pun terhadap adiknya yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara tersebut.
Dengan ditemukannya Bambang, keluarga kini tinggal menunggu proses penyerahan jenazah dari pihak DVI Polda Kalsel untuk kemudian dipulangkan ke Malang dan dimakamkan.
Usai menerima berkas data korban yang dimasukkan dalam map merah, Puji kembali memperlihatkan foto adiknya melalui telepon selulernya. Dalam foto tersebut, Bambang terlihat mengenakan topi warna abu-abu.
Puji mengatakan, Bambang selama ini memang sering bolak-balik membawa truk sebagai sopir ekspedisi. Ia membawa barang dari luar daerah ke Banjarmasin dan kemudian membawa muatan kayu dari Kalimantan.
Namun, perjalanan kali ini berbeda karena Bambang ikut dalam pelayaran KM Virgo Transport 8 dengan rute Banjarmasin-Surabaya.
Kesedihan Puji semakin terasa karena Bambang meninggalkan dua orang anak yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah.
Sebagai sopir ekspedisi, penghasilan Bambang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia selama ini bekerja membawa barang, termasuk kiriman Shopee ke Banjarmasin, kemudian kembali membawa muatan kayu dari Kalimantan.
“Kami sangat kaget sama Bambang ini, karena dia anak kesayangan ibu dan jarang pulang. Dan ibu di rumah sana sudah tua renta dan sering pingsan pasca tenggelamnya KM Virgo Transport 8 tersebut,” ungkap Puji.
Sebelum penyerahan berkas jenazah kepada keluarga, Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Moch Sofwan dalam konferensi pers Operasi DVI Polri di RS Bhayangkara mengatakan, proses identifikasi masih terus dilakukan bersama tim dari Mabes Polri.
Terutama terhadap korban yang belum memiliki data ante mortem lengkap maupun sidik jari yang sudah mengalami kerusakan. Dalam kondisi tersebut, tim mengandalkan sejumlah properti korban serta pemeriksaan dan pencocokan data gigi jenazah dengan rekam medis kesehatan.
Berdasarkan data saat itu, total manifest KM Virgo Transport 8 tercatat sebanyak 243 orang. Sebanyak 174 orang telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 66 orang meninggal dunia. Sementara 69 orang lainnya masih dalam pencarian.
Pihak Basarnas juga telah melakukan perpanjangan kedua Operasi SAR KM Virgo Transport 8 untuk melanjutkan pencarian terhadap korban yang hingga kini belum ditemukan.
Penulis: Arsuma
Editor: Mercurius
Follow Google News Barito Post