Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Pegulat junior Kalsel kembali mengharumkan nama Banua. Kali ini membawa pulang sejumlah medali saat mengikuti Kejuaraan Gulat Tingkat Pelajar Provinsi DKI Jakarta yang digelar di GOR Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Jakarta.
Dari empat atlet yang dikirimkan, Kalsel mendulang dua medali emas dan dua medali perunggu di kelompok U-13 dan U-15.
Almaghvira Keysha Maritza tampil dominan dan menjadi yang terbaik di kelas 58 kg women wrestling, sementara Syaha merebut emas di kelas 54 kg women wrestling.
Sedangkan dua medali perunggu dipersembahkan Alveena Marissa yang bertarung di kelas 44 kg women wrestling kategori U-13, serta Ahmad Rifky yang berjuang keras di kelas 46 kg men wrestling kategori U-15.
"Bersyukur pegulat junior Kalsel bisa mengukir prestasi yang ditandai perolehan sejumlah medali
pada kejuaraan nasional junior di PPOP Jakarta," sebut Sekretaris Umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kalsel, Rijal Hamid mewakili Ketua PGSI Kalsel Hasnuryadi, Minggu (3/5/2026) di Banjarmasin.
Kiranya prestasi yang diraih ini bisa menjadi tolak ukur dan patokan ke depan untuk melahirkan atlet-atlet kebanggaan daerah. "Mereka adalah atlet regenerasi kedepannya," ucapnya.
Ia menyebutkan, ada proses pembinaan panjang yang tidak instan. "PGSI Kalsel menerapkan pola pembinaan berjenjang, dari level kabupaten/kota hingga provinsi sebagai fondasi utama dalam mencetak atlet berprestasi," bebernya.
Persiapan para atlet memang disiapkan secara berjenjang. Setelah satu kejuaraan, kembali disiapkan lagi untuk kejuaraan berikutnya. "Para pelatih selalu mengasah kemampuan atlet secara konsisten, mulai dari level junior, remaja, hingga senior, yang dijaring dari kabupaten dan kota," terangnya.
Ia juga memastikan bahwa stok bibit pegulat muda di Kalsel tidak mengkhawatirkan. Koordinasi antara PGSI provinsi dengan pengurus di kabupaten dan kota terus diperkuat agar talenta-talenta terbaik dari daerah bisa naik ke jenjang pembinaan provinsi.
"Untuk bibit-bibit gulat, kami akan terus berkoordinasi dengan kabupaten dan kota karena dari merekalah kami mendapatkan sosok-sosok atlet junior. Yang terbaik akan kami bawa ke provinsi untuk dilanjutkan pembinaannya," ucapnya.
PGSI Kalsel juga berencana, lanjutnya, memperluas jaringan pencarian bibit hingga ke sekolah-sekolah. Meski koordinasi formal dengan pihak sekolah belum berjalan maksimal. Namun beberapa pelatih telah mulai menjalin komunikasi dengan guru-guru pendidikan jasmani untuk mengidentifikasi potensi atlet sejak dini.
"Saat ini kami belum berkoordinasi terlalu jauh dengan pihak sekolah, tetapi ada beberapa pelatih yang sudah kami minta untuk menyampaikan kepada teman-teman guru penjas di masing-masing sekolah agar bisa melihat potensi anak-anak yang mungkin bisa menjadi atlet gulat. Ke depan kami akan koordinasikan lebih lanjut untuk menjaring atlet-atlet dari sekolah," imbuhnya.
Penulis: Tolah
Follow Google News Barito Post