Gejolak Global, Perbankan Indonesia Tetap Tangguh

Perbankan Indonesia Makin Eksis

Jakarta, BARITOPOST.CO.ID – BI (Bank Indonesia) memastikan ketahanan industri perbankan nasional tetap solid di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Jamkrida Kalsel Perkuat Sinergi dengan BPR se-Kalsel

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, kondisi perbankan Indonesia saat ini masih kuat, didukung oleh likuiditas yang memadai, permodalan yang kokoh, serta risiko kredit yang tetap terjaga.

“Ketahanan perbankan tetap kuat dan mampu memitigasi berbagai risiko, termasuk dampak rambatan gejolak global,” ujar Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat tinggi sebesar 25,87% pada Januari 2026. Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang rendah, yakni 2,14% secara bruto dan 0,82% secara neto.

Baca Juga: Jamkrida Kalsel Perkuat Sinergi dengan BPR se-Kalsel

Perry menambahkan, hasil uji ketahanan (stress test) yang dilakukan BI menunjukkan sektor perbankan tetap resilien. Hal ini ditopang oleh kemampuan bayar serta profitabilitas korporasi yang masih terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Di sisi intermediasi, kinerja penyaluran kredit juga terus menunjukkan pertumbuhan positif. Kredit perbankan pada Februari 2026 tumbuh 9,37% secara tahunan (year on year/yoy), meskipun sedikit melambat dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 9,96% yoy.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh seluruh segmen kredit, dengan kontribusi terbesar berasal dari kredit investasi yang tumbuh 20,7% yoy. Sementara itu, kredit modal kerja dan kredit konsumsi masing-masing tumbuh 3,88% yoy dan 6,3% yoy.

Baca Juga: Jamkrida Kalsel Perkuat Sinergi dengan BPR se-Kalsel

Ke depan, BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 akan tetap berada dalam kisaran 8%–12%. Proyeksi ini didukung oleh faktor permintaan dan penawaran yang masih solid.

Dari sisi permintaan, peluang ekspansi kredit masih terbuka lebar, terutama melalui optimalisasi fasilitas kredit yang belum ditarik (undisbursed loan) yang mencapai Rp 2.536,4 triliun atau setara 22,86% dari total plafon kredit.

Related posts

Festival Rakyat Nusantara 2026 ‘Nobar Bola dan UMKM’ Kadin Banjarmasin di Nol Kilometer

Transformasi Operasional Perkuat Kinerja, TPK Banjarmasin Layani 282.265 TEUs pada Semester I 2026

Pelatihan Branding dan UMKM untuk Naik Kelas, Ini Harapan FKPWK