Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – FKPWK (Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan) memperingati hari ulang tahun atau milad ke-2 pada Sabtu (22/8/2026) di Café Efa, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Baca Juga: Tim Reaksi Cepat Relawan Tangguh PMI Kalsel Lakukan Penanganan Darurat Karhutla
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan organisasi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di bidang sosial, hukum, dan budaya.
Ketua Umum DPP FKPWK, H. Rachmad Fadilah, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjalanan FKPWK hingga memasuki usia dua tahun.
Menurut Rachmad, peringatan milad bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan konsolidasi organisasi.
“Milad ke-2 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengikat simpul persaudaraan agar FKPWK semakin solid ke depan,” ujar Rachmad.
Ia menegaskan, FKPWK berkomitmen untuk terus mengambil peran dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, terutama menyangkut persoalan sosial, hukum, dan budaya.
Baca Juga: Tim Reaksi Cepat Relawan Tangguh PMI Kalsel Lakukan Penanganan Darurat Karhutla
“Kami memastikan FKPWK siap berada di garis terdepan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat di bidang sosial, hukum, maupun budaya,” katanya.
Selain perayaan milad, FKPWK memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan perhatian terhadap sejumlah persoalan yang dinilai penting bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Salah satunya adalah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi menurunkan kualitas udara dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Dewan Penasehat FKPWK, Dr. HA Murjani, SH MH M.Kes., bersama Advokat Senior Kalsel, Dr. Bujino A. Salan, S.H., M.H., menyampaikan keprihatinan terhadap persoalan kualitas udara yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat apabila kabut asap semakin meluas.
Baca Juga: Tim Reaksi Cepat Relawan Tangguh PMI Kalsel Lakukan Penanganan Darurat Karhutla
Mereka mendorong pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait agar memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla secara terpadu.
FKPWK menilai penanganan karhutla perlu dilakukan secara integratif dan responsif, bukan hanya ketika kebakaran telah terjadi, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan pengawasan secara berkelanjutan.
Persoalan lain yang mendapat perhatian FKPWK adalah masa depan generasi muda, khususnya akses terhadap pendidikan dan dukungan bagi siswa berprestasi di Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Tim Reaksi Cepat Relawan Tangguh PMI Kalsel Lakukan Penanganan Darurat Karhutla
Dewan Pembina FKPWK, H. Junaidi, berharap pemerintah memberikan perhatian yang nyata dan berkelanjutan kepada anak-anak daerah yang memiliki potensi akademik maupun non-akademik.
“Kami berharap pemerintah memberikan perhatian nyata dan berkelanjutan bagi siswa/siswi berprestasi di Banua. Jangan sampai potensi akademik maupun non-akademik anak-anak kita terhambat hanya karena kendala finansial atau minimnya fasilitas,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan terhadap generasi muda merupakan bagian penting dari investasi pembangunan daerah. Kesempatan memperoleh pendidikan yang layak diharapkan tidak terhambat oleh persoalan ekonomi maupun keterbatasan sarana.
Rangkaian peringatan Milad ke-2 FKPWK kemudian ditutup dengan foto bersama jajaran pengurus DPP FKPWK, dewan pembina, dewan penasehat, serta insan pers yang hadir.
Memasuki tahun ketiga perjalanan organisasi, FKPWK menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat silaturahmi dan menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat.
Baca Juga: Tim Reaksi Cepat Relawan Tangguh PMI Kalsel Lakukan Penanganan Darurat Karhutla
Organisasi tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, serta insan pers dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Momentum Milad ke-2 FKPWK di Banjarmasin diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi pijakan untuk memperkuat kontribusi organisasi bagi masyarakat dan kemajuan Kalimantan Selatan (Kalsel).