Banjarbaru, BARITOPOST.CO.ID – Tim Banjarbaru U-10 dan Tanah Bumbu U-12 berhasil menjadi juara diperhelatan Festival FORSEGI Kalsel yang berakhir, Minggu (28/6/2026) di Lapangan Minisoccer Mabrur, Banjarbaru.
Pada kategori U-10, Banjarbaru 1 tampil dominan dengan mengalahkan Tapin 2-0. Dua gol kemenangan Banjarbaru dicetak oleh Kemzi pada menit ke-4 dan menit ke-11.
Sementara pertandingan kategori U-12, Tanah Bumbu (Tanbu) berhasil menaklukkan Banjarbaru 2 dengan skor tipis 2-1.
Banjarbaru 2 sempat memberikan perlawanan melalui gol Galih pada menit ke-7. Namun, Tanah Bumbu mampu membalikkan keadaan lewat gol Ciku pada menit ke-14 dan Reza pada menit ke-31 sehingga memastikan kemenangan 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan.
Pengalungan medali dan penyerahan trofi kepada para juara dilakukan langsung oleh Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, didampingi Ketua FORSGI Kalimantan Selatan, Budiono, serta Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah.
"Festival ini merupakan implementasi arahan Gubernur Kalsel untuk memperkuat kolaborasi dengan organisasi masyarakat dalam membudayakan olahraga. Even ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi sarana mengenalkan nilai-nilai sportivitas kepada anak-anak sejak usia dini. Di dalamnya juga terdapat proses talent scouting sehingga kami dapat mengevaluasi pembinaan olahraga yang telah berjalan di kabupaten dan kota,” sebut Pebriadin Hapiz.
Menurutnya, festival yang diikuti perwakilan dari 10 kabupaten/kota tersebut menunjukkan pemerataan kualitas pembinaan sepak bola usia dini di Kalimantan Selatan.
“Kalau sebelumnya pada ajang Piala Presiden didominasi Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, kali ini juara berasal dari Banjarbaru dan Tanah Bumbu. Ini menunjukkan kekuatan sepak bola usia dini sudah semakin merata dan tidak hanya terpusat di kota besar,” tetangnya.
Ketua FORSGI Kalsel, Budiono, mengungkapkan festival tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Piala Bila Negara tingkat nasional yang akan berlangsung pada 23–25 Juli 2026.
“Ini membuktikan pembinaan sepak bola usia dini sudah berkembang di hampir seluruh kabupaten dan kota. Harapannya akan terus lahir bibit-bibit muda yang mampu membawa prestasi bagi Kalimantan Selatan,” lanjutnya.
Budiono menjelaskan, tim yang akan diberangkatkan ke tingkat nasional tidak sepenuhnya diambil dari tim juara. FORSGI akan memilih 14 pemain terbaik hasil pemantauan selama festival berlangsung.
“Sebelum berangkat ke nasional, para pemain akan menjalani pemusatan latihan (TC) serta melakoni satu hingga dua pertandingan uji coba sebagai bagian dari penguatan mental dan teknik,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah, mengaku puas dengan penyelenggaraan festival tahun ini yang berlangsung aman dan kompetitif.
Ajang ini, menurutnya, bukan hanya mengajarkan anak-anak tentang persaingan yang sehat, tetapi juga menanamkan kegembiraan dalam berolahraga.
“Melalui sepak bola, anak-anak belajar sportivitas sekaligus menikmati proses bermain. Festival ini akan kami jadwalkan setiap tahun karena menjadi salah satu ajang strategis untuk mencetak atlet sepak bola sejak usia dini bagi daerah,” imbuhnya.
Penulis/Editor: Tolah
Follow Google News Barito Post