Empat Warga Terpaksa Pulang tak Bisa Divaksin

GERAI VAKSINASI-Warga kawasan Banjarmasin Utara antusias saat mengikuti Vaksinasi 1 Juta warga di Mapolsek setempat, Kamis (1/7/2021) pagi. (foto:ist)

Banjarmasin, BARITO – Sebanyak 210 warga Banjarmasin Utara antusias mengikuti Pelayanan Gerai Vaksinasi Presisi yang di selenggarakan Polsek Banjarmasin Utara, Kamis (1/7/2021) pagi. Bekerjasama dengan Rumah Sakit Bhayangkara dan Puskesmas Alalak Tengah, tak kurang dari 25 Tenaga Vaksinator melayani warga dengan humanis dan cepat.

Menggunakan Sistem antrian FIFO dan memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes) yakni menjaga jarak dan pakai masker, serta cuci tangan menjadi syarat formil pelaksanaan Gerai Vaksinasi di Polsek Banjarmasin Utara.

Tak jarang warga yang mengantri dengan rapi pada kursi yang disediakan dilayani dan diantarkan ke setiap meja pelayanan. Mulai dari antruan duduk, registrasi, entry data, tensi tekanan darah dan Terakhir Vaksinasi.

Usai divaksin penyerahan Sertifikat telah divaksin di lokasi yang teduh dan lapang. Apresiasi warga menjadi Tolok Ukur Indikator Kesuksesan Gerai Vaksinasi ini, namun sayang, empat orang harus kembali pulang karena memiliki hasil tensi 170 keatas.

Padahal Kapolsek Banjarmasin Utara kompol Indra Agung Perdana Putra, telah mengajak warga tersebut istirahat di ruangan kerjanya yang terdapat Air Conditioning (AC) yang dingin. Setelah dilakukan pengukuran tensi kedua hasilnya masih tensi tinggi 170.

Menurutnya warga tersebut habis makan Sate Kambing serta makanan yang mengandung Minyak tinggi atau rentan mengandung kolesterol. Mereka pun harus menunggu esok hari untuk di skrinning.

Dalam Gerai Vaksinasi itu Polsek Banjsrmasin Utara menurunkan 52 personilnya guna memberikan pelayanan yang memuaskan bertepatan dengan Hari Bhayangkara yang ke – 75.

Penulis : Arsuma
Editor. : Mercurius

Related posts

Kapal Parengge Ikan Terbelah Dua, Tabrakan di Perairan Kotabaru, Kapten Kapal Tewas dan Satu ABK Hilang

Diduga Tipu Investor Rp1,4 Miliar, Mantan Pegawai Bank Didakwa Rugikan Korban Rp854 Juta

Makelar Tanah Didakwa Terlibat Mark Up Lahan Rp1,88 Miliar, Rugikan Perseroda Balangan