oleh

Desainer Berbakat Berpacu Dalam Kreatifitas  

Adalah Maya Fachriah, gadis lajang asal Martapura Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, ternyata memiliki bakat diantara keduanya. Selain mampu merancang (sebagai disainer) dia sekaligus juga bertindak sebagai model atas rancangannya. (iman/brt)

Banjarbaru, BARITO – Fashion ternyata sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Tidak saja di kota kota besar namun juga sudah merambah ke tingkat daerah. Perkembangannya selama ini terus meningkat, dimana mana bermunculan tempat tempat pagelaran fashion show.  Mulai di Hotel hotel berbintang, restoran, tempat hiburan, hingga sampai ke mall atau pusat perbelanjaan. Masyarakat pun dengan mudah menemukan pertunjukan segar  ini.

Apresiasi masyarakat juga meningkat terhadap dunia satu ini, seiring dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya akan cara cara berpakaian yang menarik dan rapi. Masyarakat juga sudah mengerti dan memahami  tentang mode, estetika dan bahan baku dari suatu produk pakaian. Masyarakat tentunya akan tinggal pilih sesuai selera masing masing.

Dunia fashion dan desainer tentunya tidak bisa dipisahkan, sepertinya keduanya saling melengkapi dan saling membutuhkan satu sama lain. Dan lebih menarik lagi dia sebagai desainer (perancang) juga selaku modelnya.

Adalah Maya Fachriah, gadis lajang asal Martapura Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, ternyata memiliki bakat diantara keduanya. Selain mampu merancang (sebagai disainer) dia sekaligus juga bertindak sebagai model atas rancangannya. Hal itu terungkap ketika digelar acara Fashion Show Best Q Model Competition di pusat perbelanjaan Q-Moll Banjarbaru, kemarin.

Sejumlah Desainer ternama dan Model dari ibu kota dan daerah yang ditampilkan, Maya panggilan akrab gadis belia ini dengan elegan mampu mengimbangi kompeteternya. Bahkan dari hasil rancangan yang ditampilkannya mendapat applaus luar biasa dari pengunjung. Tidak sedikit pengunjung berdecak kagum saat melihat penampilan Maya Fachriah melenggang lenggok di lantai fashion show Q-Mall hari itu.

Busana rancangannya itu, dinamakan “Kaftan”, yakni baju yang biasa dipakai pada moment Hari Lebaran atau menghadiri kondangan. Populernya baju mode Kaftan ini digandrungi para remaja wanita Muslimah saat ini. Adalah Maya Fachriah yang mampu mendesain dan mengembangkannya ke masyarakat luas.

“Kaftan berbeda dengan gamis, kalau gamis itu lebih formal dan cocok untuk dipakai oleh orang dewasa. Sementara kalau Kaftan ini hanya cocok untuk anak remaja, karena kalau dikenakan dia terlihat lebih anggun”, jelas Maya disela acara fashion show kemaren itu.

Untuk bahan produksinya, Maya yang masih Kuliah di Fakultas Hukum ini memilih bahan Shiffon, Crepe atau Satin yang jatuh di badan. Selama setahun menekuni merancang dan memproduksi Kaftan ini dia sudah berhasil menjual hingga ratusan lembar. Pesanan pelanggan dia, bukan saja dari luar daerah dan pulau Jawa tapi bahkan ada dari mancanegara yakni Malaysia.

“Baru baru ini saya ada mengirim ke Palembang sebanyak 120 lembar untuk mengisi salah satu butik besar di Palembang”, jelas dia.

Ternyata acara  Fashion Show Best Q Model di Q Moll Banjarbaru itu, sekaligus ditetapkan panitia pelaksana, adalah sebagai “Launching The Best Product Kaftan by MFS dari Desainer Muda Berbakat asal Martapura atas nama Maya Fachriah. Dengan adanya launching ini Maya yang juga bekerja sebagai Staf salah satu kantor Notaris dan PPAT di Martapura, memiliki hak paten atas label “Kaftan” tersebut.

Bisnis Kaftan ini mulai dirintis Maya, sejak tahun 2017 lalu. Awal munculnya ide berbisnis Kaftan ini, dimulai dari banyak dan sering ditanya oleh orang, dari mana dia membeli baju yang dikenakannya. Selain hobby Maya diketahui memang punya kreativitas dan kegemaran membuat baju sendiri yakni jenis Kaftan.

Ternyata, apa yang dirintisnya itu suatu hal yang tidak sia sia. Pesanan demi pesanan silih berdatangan, bahkan dia sempat tidak mampu menerima banyaknya order dari pelanggan. Saat ini, usaha produk Kaftan ini telah menjadi usaha keluarga, bahkan Maya Fachriah yang bercita cita menjadi Notaris ini, sudah mempunyai sejumlah karyawan sendiri.

Selama ini produk Kaftan Maya Fachriah, hanya bisa dipesan melalui pesanan online Kaftan ini bisa dipesan sesuai request pembeli dan dia menerima order dengan sistim PO (pre-order) sekitar satu minggu kemudian pesanan Kaftan dipastikannya akan selesai. Penjualan melalui online cukup menjanjikan, daripada menyediakan stok ready di toko toko, karena setiap model selalu baru dan ukuran berbeda beda pula.

Dijelaskan Maya, jumlah Order pelanggannya tidak menentu, tergantung dengan waktu. “Kalau hari biasa, orderan yang diterima hanya sekitar 100 sampai 150 lembar perbulan. Namun memasuki bulan Ramadhan seperti tahun kemaren, orderan mencapai 800 pcs”. Jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, kalau saat ini di banyak menerima order untuk paket seragam Bridesmaid atau seragam buat acara pengantin.

Kunci suksesnya, Maya selalu berinovasi dan berkreasi untuk lebih mengembangkan jenis Kaftan desainernya itu. Dia juga harus membagi waktu selain kuliah, dan bekerja sebagai staf salah satu kantor Notaris dia juga harus merancang dan memproduksi Kaftan untuk memenuhi order palanggannya. imn/afd/brt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed