Dampak Parliamentary Threshold Terhadap Partai Politik

by adm barito post
0 comments 1 minutes read
Ilustrasi Partai Politik (Parpol) Menuju Parlemen

BARITOPOST.CO.ID – Penerapan ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) dalam sistem pemilu Indonesia terus menjadi sorotan. Berikut beberapa dampak penerapan sistem ambang batas parlemen dari beberapa sisi berbeda;

  • Dampak bagi Partai Politik

Penerapan ambang batas parlemen ini dijadikan sebagai momentum untuk konsolidasi politik. Partai-partai politik besar lebih mudah membangun koalisi dan memastikan pemerintahan berjalan stabil.

Baca Juga: Direksi Bank Kalsel Laporkan SPT Tahunan Lewat Coretax

Namun, disisi lain, yaitu untuk partai-partai politik kecil, ambang batas menjadi tantangan berat. Banyak partai politik (Parpol) kecil dengan basis massa yang masih terbatas kehilangan peluang menempatkan wakil mereka di parlemen, meskipun memperoleh jutaan suara secara nasional.

  • Dampak pada Keterwakilan Politik

Untuk suara-suara yang pemilihnya memilih partai politik yang tidak lolos ambang batas parlemen pada akhirnya tidak terkonversi menjadi kursi, menyebabkan sebagian aspirasi publik ini tidak terwakili di parlemen. Para pengamat menilai, walaupun ada suara yang tidak terkonversi menjadi kursi di parlemen, mekanisme ini masih diperlukan untuk menghindari fragmentasi politik yang berlebihan seperti yang terjadi pada awal masa reformasi.

  • Dampak untuk Stabilitas Pemerintahan

Penerapan ambang batas parlemen telah terbukti membantu pembentukan koalisi yang lebih solid di parlemen. Pemerintah tidak lagi dihadapkan pada terlalu banyak fraksi kecil dengan kepentingan berbeda-beda.

Baca Juga: Direksi Bank Kalsel Laporkan SPT Tahunan Lewat Coretax

Sayangnya ada tantangan baru muncul, dimana partai-partai besar dituntut menjaga inklusivitas dan tidak menutup ruang dialog bagi kelompok politik yang tidak lolos ke parlemen.

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar