oleh

Cafe Samsat Banjarbaru Layani Wajib Pajak di Malam Hari

RESMIKAN CAFE-Kepala Bakeuda Kalsel H Aminuddin Latif didampingi Kepala UPPD Samsat Banjarbaru Mahrita Ariffin, Kabid Pajak H Rustam dan tamu undangan, gunting untaian melati tanda peresmian Cafe Samsat Banjarbaru.(ist)

Banjarbaru, BARITO-Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalimantan Selatan terus mendorong Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Kabupaten/Kota se-Kalsel berinovasi melakukan terobosan-terobosan tingkatkan layanan bagi wajib pajak demi meningkatkan Pendapatan Daerah, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Salah satu UPPD yang melakukan inovasi berbeda dengan UPPD lainnya, yakni UPPD Banjarbaru yang membuka Cafe Samsat, guna menjaring dan memberikan layanan bagi wajib pajak untuk membayar pajak di malam hari.

Cafe Samsat ini berlokasi di kantor Samsat Banjarbaru, yang juga menyediakan beragam menu kuliner, ini melayani pembayaran pajak secara online se-Kalsel, yang buka setiap malam dari jam 19.00 Wita s/d 23.00 Wita kecuali malam Selasa libur.

Adanya terobosan Samsat Banjarbaru ini mendapat apresiasi dari

Kepala Bakeuda Kalsel H Aminuddin Latif, Sabtu (17/11) malam meresmian launching Cafe Samsat tersebut.

Amin mengungkapkan terobosan-terobosan yang dilakukan masing-masing UPPD, seperti halnya inovasi UPPD Banjarbaru ini, tentunya dalam rangka optimalisasi Pendapatan Daerah.

“Kawan-kawan di UPPD kita dorong untuk membuat inovasi sesuai kondisi UPPD Kabupaten/Kota setempat,” ujar Amin usai melaunching Cafe Samsat Banjarbaru.

Lanjutnya, salah satunya UPPD Banjarbaru berinovasi menyesuaikan dengan lingkungan, termasuk wajib pajaknya yang mungkin banyak dari kalangan pelajar.

Dipilihnya inovasi melalui Cafe Samsat, imbuh Amin, menurut penilaian pihaknya sangat tepat, sebagaimana disampaikan Kepala UPPDnya, bahwa di Banjarbaru ini aktifitas warganya banyak juga dilakukan di malam hari, ini seiring berkembangnya bisnis kuliner di kota pelajar ini.

“Peluang ini ditangkap UPPD Banjarbaru. Inovasinya melalui Cafe Samsat. Hal serupa juga berlaku di daerah lain, tapi dengan invonasi yang berbeda,” terang Amin.

Pejabat humoris ini mencontohkan, seperti UPPD di Tanjung Kabupaten Tabalong, dikenal dengan sebutan Samsat Malam, karena berada di Pasar Tanjung, kemudian UPPD Marabahan, UPPD Rantau, UPPD Kandangan, begitu juga UPPD Barabai yang dikaitkan dengan Samsat Car Free Day.

“Dengan berbagai inovasi itu, intinya kita dorong bersinergi dengan jajaran Samsat Kabupaten/Kota se-Kalsel, termasuk Kepolisian, Jasa Raharja dan Bank Kalsel melalui payment point,” ungkapnya.

Amin pun menegaskan, inovasi UPPD Banjarbaru melalui Cafe Samsatnya, itu sangat tepat, karena wajib pajak datang bisa sambil bersantai menikmati kuliner, sekaligus membayar pajak kendaraannya.

“Terobosan seperti ini menjanjikan ke depannya, kami ucapkan terima kasih dan setahu kami baru ada di Banjarbaru,” pujinya.

Sementara itu Kepala UPPD Banjarbaru Mahrita Ariffin mengungkapkan alasan pihaknya memilih terobosan melalui Cafe Samsat ini, selain fokus memberikan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor bagi para wajib pajak yang ada di Banjarbaru, terobosan melalui inovasi berupa cafe ini berupaya memberikan kemudahan kepada masyarakat Banjarbaru selaku wajib pajak.

Ia contohkannya, misalnya bagi wajib pajak saat di siang hari mereka tidak bisa meluangkan waktunya datang ke kantor Samsat Banjarbaru, maka kami fasilitasi melalui Cafe Samsat ini dengan membuka layanan di malam hari.

Bahkan fasilitas lainnya di cafe ini akan ditambah dengan layanan SIM Online dari pihak Kepolisian.

Mahrita mengungkapkan, dipilihnya layanan melalui cafe ini, karena kami melihat kultur masyarakat Banjarbaru yang suka nongkrong di malam hari sambil menikmati kuliner, maka dari itu kami pum membuat inovasi untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Inovasi ini terwujud juga berkat support Kepala Bakeuda Kalsel kepada kami di UPPD Banjarbaru, termasuk para mitra kerja demi meningkatkan layanan Samsat,” sebut Mahrita.

Disinggung harapannya dengan inovasi ini. Mahrita ingin selain meningkatkan penerimaan Pendapatan Pajak Daerah, terutama pajak kendaraan bermotor, kami juga mengharapkan Cafe Samsat ini sebagai barometer untuk Samsat-samsat lainnya bisa berinovasi untuk meningkatkan lagi p

Pendapatan Daerah khususnya dari pajak kendaraan bermotor.

“Target kami pajak kendaraan bermotor ini, baik roda dua maupun roda empat, prosentasenya meningkat lagi per bulannya hingga 10 miliar rupiah,” pungkasnya.sop

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed