Jakarta, BARITOPOST.CO.ID – Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya melakukan penguatan pengawasan etik di internal Rumah Banjar sekaligus penyempurnaan sistem penilaian untuk BK Award.
Untuk itu alat kelengkapan dewan (AKD) ini yang dinakhodai H Muhammad Rosehan Noor Bahri, SH bersama anggotanya melaksanakan studi komparasi ke BK DPRD DKI Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Kedatangan rombongan BK DPRD Kalsel ini diterima anggota BK DPRD DKI Jakarta Elva Dari Qolbina.
Dikesempatan pertemuan itu Ketua BK DPRD Kalsel Rosehan Noor Bahri menyampaikan studi komparasi ini bertujuan memperkuat fungsi pengawasan etik serta menyempurnakan sistem penilaian BK Award agar lebih objektif, transparan dan akuntabel.
“Kita ingin mempelajari BK Award ini ke DPRD DKI Jakarta karena banyak kegiatan yang di lakukan BK DKI Jakarta banyak manfaatnya untuk masyarakat,” ujar Rosehan.
Politisi PDIP karib disapa Julak Rosi ini menuturkan manfaat dari BK DPRD DKI Jakarta itu terutama merangkul anak-anak sekolah, kemudian mengenalkan fungsi dan tugas DPRD kepada masyarakat, termasuk penanganan hasil reses dan hasil sosialisasi serta kegiatan lainnya.
Mantan Wakil Gubernur Kalsel ini mengungkapkan ada yang menarik di terapkan di DPRD DKI Jakarta, yakni absensi digital atau elektronik bagi anggota dewan.
“Dengan absensi digital kehadiran anggota dewan dapat dilihat secara langsung, siapa anggota dewan yang hadir dan siapa anggota dewan yang tidak, sehingga BK Award dalam penilaiannya dapat lebih objektif dan akuntabel,” kata Rosehan.
BK Award, lanjutnya bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga instrumen strategis untuk mendorong kedisiplinan, integritas serta kepatuhan anggota dewan terhadap kode etik dan tata tertib.
Anggota BK DPRD DKI Jakarta
Elva Dari Qolbina memaparkan sejumlah mekanisme dan indikator penilaian yang diterapkan dalam mendukung efektivitas peran Badan Kehormatan.
Ia menjelaskan pentingnya sistem evaluasi yang terukur, termasuk aspek kehadiran, partisipasi dalam kegiatan dewan serta kepatuhan terhadap norma etik lembaga.
Diskusi juga mencakup strategi membangun budaya kerja yang profesional serta upaya menjaga citra positif lembaga legislatif di mata publik.
Keduabelah pihak sepakat bahwa penguatan peran Badan Kehormatan merupakan langkah penting untuk menjaga marwah dan kehormatan DPRD sebagai lembaga representasi rakyat.
BK DPRD Kalsel berharap melalui studi komparasi ini dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik yang relevan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan BK Award di daerah, sehingga ke depan penghargaan tersebut semakin berdampak nyata terhadap peningkatan kinerja dan integritas anggota dewan.
Editor/* : Sophan Sopiandi
Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya