BARITOPOST.CO.ID – Wukuf di Arafah jadi salah satu rukun haji yang tak boleh terlewat. Pelaksanaannya yaitu berdiam diri di Arafah dalam keadaan ihram.
Baca Juga: Cosplay Tuyul Tengah Malam di Jalan A Yani, Sekelompok Remaja Ditegur Polisi
Kehadiran seseorang ketika wukuf diperbolehkan di mana saja dan dalam keadaan apa pun asalkan berada di Arafah. Baik orang itu dalam keadaan bangun, tidur, berdiri, berbaring, dan berjalan.
Dalil terkait wukuf di Arafah berasal dari hadits Abu Dawud RA, Tarmizi,Ibnu Majah. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Haji itu adalah wukuf di Arafah.” (Sabda Rasulullah SAW ini menunjukkan bahwa wukuf merupakan inti dari ibadah haji)”.
Baca Juga: Cosplay Tuyul Tengah Malam di Jalan A Yani, Sekelompok Remaja Ditegur Polisi
Al Baqarah Ayat 199
“Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Dilansir dari buku Tuntunan Super Lengkap Haji & Umrah oleh Ustaz A Solihin As Suhaili, wukuf artinya hadir atau berada di Arafah. Bahkan, wukuf di Arafah jadi puncak pelaksanaan ibadah haji.
Arafah sendiri merupakan kawasan padang terbuka yang letaknya di sebelah timur kota Makkah. Apabila jemaah haji tidak wukuf, maka ibadah hajinya dianggap tidak sah.
Baca Juga: Cosplay Tuyul Tengah Malam di Jalan A Yani, Sekelompok Remaja Ditegur Polisi
Secara bahasa, arti wukuf adalah berdiam diri. Pada pelaksanaan ibadah haji, wukuf dimaknai sebagai hadir dan berada di Padang Arafah pada waktu tertentu yaitu 9 Zulhijah setelah tergelincir matahari hingga menjelang fajar 10 Zulhijah.