oleh

Angka Pencari Kerja di Banjarmasin Menurun Signifikan

Banjarmasin, BARITO – Angka pencari pekerjaan di Kota Banjarmasin setiap tahun menunjukan penurunan yang signifikan. Pasalnya dari angka 2.200 di tahun 2022 ini pencari kerja diprediksi hanya dibawah dari seribu.

Menurut Kepala Dinas Koperasi UKM dan Naker Kota Banjarmasin, H M Isa Ansyari. Penurunan angka pencari kerja itu dapat ditarik dari tahun 2020.

Tahun awal diresmikannya pandemi di Indonesia ini para pencaker di Banjarmasin terdata 2.271. kemudian tahun selanjutnya 2021 angka jauh berkurang yakni hanya 1.856 pencaker.

Sedangkan tahun ini, data per April ini menunjukan data 605. “Bila melihat data tersebut setiap tahun pencaker mengalami penurunan yang signifikan,” tuturnya.

Apa indikasi terjadinya penurunan pencaker tersebut? Isa menjawab, selain pulihnya ekonomi nasional pasca pandemi, penyebab lainnya juga karena perubahan regulasi terkait pendaftaran CPNS yang sekarang kartu pencari kerja atau yang biasa disebut ‘kartu kuning’ sudah tidak lagi bagian dari syarat.

Sehingga berpengaruh dengan data pencari kerja tersebut. Bila lowongan kerja di perusahaan swasta misalnya, itu tidak begitu berpengaruh besar dari pencaker yang direkam pihaknya.

“Kartu kuning tidak digunakan lagi untuk melamar PNS, ini salah satu penyebab pencaker di dinas kami cenderung berkurang,” bebernya.

Menurutnya pencaker apakah ada kaitannya dengan angka pengangguran? Isa menyatakan belum tentu pasti, karena data pengangguran dan penceker tidak bisa disingkronkan.

Pasalnya, katanya, pencaker bukan berarti pengangguran, bisa saja ingin melamar pekerjaan lainnya dimana perusahaan atau lembaga mewajibkan harus melampirkan kartu kuning dalam berkas lamaran.

Kalau data pengangguran terpisah, Kata mantan Kabag Kesra ini awal pandemi angka pengangguran mencapai 27 ribuan. Tahun 2021 naik menjadi sekarang 28 ribuan.

Sedangkan tahun 2022 belum bisa didapatkan. Meskipun demikian, Pemko Banjarmasin berharap angka pengguran berkurang seiring pulihnya ekonomi nasional pasca pandemi.

Untuk menekan angka pengangguran, Dinas Koperasi UKM dan Naker memprogramkan beberapa pelatihan keahlian masyarakat seperti pelatihan menjahit, bengkel, sasirangan dan lainnya.

Penulis : Hamdani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed