oleh

Air Baku PDAM Andalkan Air Sungai Tabuk

-Bandarmasih-1.449 views

Banjarmasin, BARITO-Belakangan ini interusi air laut ke air sungai mengalami kenaikan hingga 1700 mg/L. Artinya kadar garam di air sungai sudah terlalu tinggi dan jauh dari batas normal yang hanya 250mg/L.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, hari ini dirinya memastikan ke PDAM Bandarmasih, terkait suplay air baku PDAM yang terkena interusi air laut tersebut. Ia mengatakan,  meski, air baku (air sungai) terkontaminasi garam yang berlebihan, namun sebenarnya air baku masih tetap bisa diolah, tetapi harus dicampurkan dengan air dari intake sungai Tabuk, dari campuran tersebut menghasilkan air layak konsumsi.

“Kecuali sudah diolah dicampur dengan Intake Sungai Tabuk tapi kadar garamnya tetap diatas 250mg/l, maka itu kita tidak bisa lagi memproduksi,” ujarnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Bandarmasih Yudha Achmadi mengungkapkan, sejak tanggal 30 september intake sungai Bilu sudah tidak di operasikan lagi, karena kadar Garam sudah mencapai diatas Ambang.

Tetapi dirinya mengatakan, PDAM Bandarmasih tidak berhenti beroprasi untuk memproduksi Air Baku. “Intake sungai Bilu apabila kadar garamnya masih dibawah 250mg/l akan tetap kita operasikan, tapi apabila sudah di atas seperti hari ini bisa mencapai 1700mg/l maka langsung kita hentikan,” ucapnya.

Yudha Achmadi menyatakan, bahwa Intake A Yani terus melakukan produksi, dengan mensuplay air melalui intake Sungai Tabuk. Suplay air melalui intake sungai Tabuk, dikirim ke intake Pramuka dan dikirim lagi sampai di Intake A Yani. “Jadi disini masih tetap beroprasi,” katanya.

Yudha melanjutkan, karena suplay air saat ini hanya melalui Intake sungai Tabuk, maka kapasitas suplay air kepada pelanggan menjadi berkurang tidak seperti biasanya. Biasanya suplay 1800 liter kubik per detik, karena keadaan ini menjadi berkurang, dan akibatnya pelanggan yang di daerah-daerah ujung ini airnya bisa tidak keluar atau keluar di jam tertentu saja.

“Karena kondisi itu, kami mengimbau kepada pelanggan agar lebih menyiapkan penampungan air yang banyak, menunggu hal ini kembali normal,” tutupnya. dan

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed