Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Tim Pra PON Futsal Kalimantan Selatan (Kalsel) kini ditangani manajer H M Akmal dan pelatih kepala Wahyudin yang akrab disapa Wahyu Kocoy dalam melakukan persiapan menghadapi babak kualifikasi 2027 menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Sosok H M Akmal, merupakan pengusaha asal Kotabaru. Sementara Wahyudin, pelatih asal DKI Jakarta yang memiliki pengalaman di kancah futsal nasional.
Penunjukan keduanya, tidak lain guna meloloskan futsal Kalsel ke PON 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Exco AFP Kalsel, Edy Susanto yang akrab disapa Pep Edy, menyambut positif kehadiran manajer dan pelatih baru tersebut. Dukungan manajemen serta pengalaman pelatih menjadi modal penting untuk membangun tim yang lebih kompetitif.
“Sebagai manajer baru, Haji Muhammad Akmal, juga membawa pelatih dari luar daerah yang memiliki pengalaman di level nasional,” kata Pep Edy, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, Wahyu Kocoy dipilih karena memiliki pengalaman di dunia futsal, termasuk menangani klub di kompetisi profesional. Pengalaman tersebut diharapkan bisa membawa pendekatan latihan dan strategi baru bagi para pemain futsal Kalsel.
“Kami berharap dengan hadirnya manajer dan pelatih baru ini, prestasi futsal Kalsel bisa meningkat, khususnya saat menghadapi Pra PON. Kami ingin mengembalikan kejayaan futsal Banua seperti yang pernah diraih sebelumnya,” bebernya.
Di sisi lain, manajer baru tim Pra PON Futsal Kalsel, H M Akmal, mengaku siap mengemban tanggung jawab untuk membantu tim mencapai target yang telah ditetapkan. Ia berambisi membawa futsal Kalsel melewati babak kualifikasi dan tampil pada PON 2028.
Menurut Akmal, persiapan sejak jauh hari menjadi salah satu faktor penting untuk membangun tim yang solid. Karena itu, pembentukan skuad, peningkatan kualitas latihan, serta kesiapan fisik dan mental pemain perlu dirancang secara terarah.
“Target kami jelas, membawa futsal Kalsel lolos Pra PON dan tampil di PON 2028 di NTT dan NTB. Untuk mencapai itu, persiapan harus dilakukan sejak dini, bukan menunggu mendekati pertandingan,” ujarnya.
Akmal juga berharap kehadiran Wahyu Kocoy yang berpengalaman di kancah futsal nasional dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan tim. Ia optimistis perpaduan antara pengalaman pelatih, dukungan manajemen, dan kerja keras pemain bisa menjadi modal untuk meraih hasil terbaik.
“Kami berharap pelatih yang memiliki pengalaman panjang di dunia futsal Tanah Air ini bisa membawa perubahan positif. Kami ingin membangun tim yang kompetitif dan mampu memberikan prestasi terbaik untuk Banua,” tuturnya.
Dengan komposisi manajemen dan kepelatihan baru, futsal Kalsel diharapkan memiliki waktu yang cukup untuk membangun kekuatan tim, memantapkan strategi, serta mempersiapkan pemain menghadapi persaingan ketat pada Pra PON 2027.
Lolos ke PON 2028 menjadi sasaran utama yang ingin diwujudkan. “Namun, pencapaian tersebut membutuhkan kerja sama seluruh elemen tim, mulai dari pengurus, manajemen, pelatih, hingga pemain, agar futsal Kalsel kembali mampu bersaing di Pra PON hingga PON nantinya,” ucapnya.
Penulis/Editor: Tolah
Follow Google News Barito Post