PPLIPI Kalsel Satukan Edukasi Kesehatan, Pelestarian Sasirangan, dan Aksi Sosial

by baritopost.co.id
0 comments 3 minutes read
ua DPW PPLIPI Kalsel Dawang Wijayati SH MH saat foto bersama Dewan Penasehat Masrufah Syarifuddin dan para peraga busana sasirangan yang kemudian dilelang dananya untuk diamalan.

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia. (PPLIPI) Kalsel menghadirkan kegiatan yang memadukan edukasi kesehatan, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya lokal melalui pertemuan bulanan bertajuk PPLIPI Berbudaya dan Sehat, Sabtu (24/10/2026).

Bertempat di Diamond Room, lantai dasar Hotel Roditha Banjarmasin, kegiatan ini menjadi wadah bagi para perempuan untuk mempererat silaturahmi, menambah wawasan kesehatan, sekaligus menunjukkan kecintaan terhadap budaya Kalimantan Selatan.

Acara yang terlaksana melalui kerja sama dengan Pocari Sweat tersebut diisi dengan talk show kesehatan, peragaan busana yang menampilkan keindahan kain khas daerah, sasirangan.hingga kegiatan amal atau charity.

Ketua DPW PPLIPI Kalimantan Selatan Dawang Wijayati SH, MH mengatakan, perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga dan masyarakat. Karena itu, pemberdayaan perempuan perlu didukung melalui peningkatan pengetahuan, kolaborasi, serta kepedulian terhadap kesehatan dan budaya lokal.
“Bagi kami, kegiatan hari ini merupakan momentum penting untuk mengedukasi dan memperkuat kolaborasi antarsesama perempuan. Kita ingin perempuan semakin sehat, mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya di Kalimantan Selatan,” ujar Dawang.

Taks show kesehatan yang disambut antusias para anggota PPLIPI dan undangan yang hadir.

Taks show kesehatan yang disambut antusias para anggota PPLIPI dan undangan yang hadir.

Acara nampak dihadiri penasehat DPW PPLIPI Kalsel Masrufah Syaruddin yang juga merupakan isteri Sekretaris Daerah Propinsi Kalsel M. Syarifuddin Mpd.

Masih menurut Dawang, perempuan juga memiliki peran strategis dalam menjaga identitas daerah. Kreativitas dan karya perempuan diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menginspirasi perempuan lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri.

Ia pun mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Talk Show Angkat Kesehatan Kulit dan Hidrasi

Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah talk show kesehatan yang menghadirkan dua narasumber, yakni dr. Erika, Sp.D.V.E., M.H., M.M.R.S., FINSDV, serta Riasa Saputri, S.Gz., M.P.H.

Dr. Erika membawakan materi bertajuk Hidrasi dari Dalam, Kulit Sehat dari Luar. Ia menjelaskan bahwa menjaga kesehatan kulit membutuhkan perawatan menyeluruh, mulai dari mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, menggunakan pelembap, hingga melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Ia juga mengingatkan bahwa permasalahan kulit, seperti contohnya jerawat, menurutnya tidak dapat diselesaikan hanya dengan memperbanyak minum air putih. Perawatan harus disesuaikan dengan penyebab dan kondisi kulit masing-masing individu.

Sementara itu, Riasa Saputri mengulas materi Pentingnya Menjaga Hidrasi saat Beribadah. Ia menjelaskan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama saat berpuasa ketika waktu makan dan minum menjadi terbatas.

Beberapa tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai antara lain rasa haus berlebihan, mulut kering, pusing, sakit kepala, tubuh lemas, serta berkurangnya jumlah urine atau perubahan warna urine menjadi lebih pekat.

Untuk mengurangi risiko kekurangan cairan, masyarakat dianjurkan mengatur konsumsi air secara bertahap sejak berbuka hingga sahur, menjaga pola makan bergizi seimbang, dan membatasi aktivitas fisik berat saat cuaca panas.

Diskusi berlangsung interaktif. Anggota dan undangan yang hadir turut mengajukan pertanyaan seputar perawatan kulit, kesehatan tubuh, dan pemenuhan kebutuhan cairan dalam aktivitas sehari-hari.

Peragaan Sasirangan hingga Lelang Amal

Kegiatan sendiri kemudian dilanjutkan peragaan busana. Peragaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keindahan kain tradisional sekaligus upaya mengajak kaum perempuan untuk berperan aktif dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.

Kegiatan semakin bermakna dengan adanya agenda charity yang dilanjutkan dengan lelang busana sasirangan yang sebelumnya diperagakan oleh para anggota PPLIPI.

Menurut Dawang, hasil lelang tersebut rencananya akan didonasikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lansia kurang mampu dan ibu penyintas kanker di Kalimantan Selatan.
“Insya Allah, donasi tersebut akan kita serahkan pada 22 Desember 2026,” ujar Dawang, perempuan yang berprofesi sebagai advokat tersebut.

Kegiatan sosial ini menjadi salah satu bentuk kepedulian PPLIPI terhadap persoalan kemanusiaan, terutama dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Melalui perpaduan edukasi kesehatan, peragaan busana sasirangan, dan aksi sosial, PPLIPI berupaya menjadikan pertemuan bulanan bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga kegiatan yang memberikan manfaat nyata. rif

Penulis: Filarianti
Editor: Mercurius

Follow Google News Barito Post

​

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar