Reses Hj Neli Lestriani, Warga Simpang Anem Keluhkan Air Bersih hingga Drainase

by baritopost.co.id
0 comments 2 minutes read

BANJARMASIN, BARITO

Persoalan ketersediaan air bersih, perbaikan jalan berlubang, hingga pembangunan drainase menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan warga saat reses Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Hj Neli Lestriani, di Jalan Simpang Anem Gang Hidayah RT 21.

Dalam kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat tersebut, Neli mengatakan, kebutuhan air bersih masih menjadi salah satu keluhan warga. Meski penyaluran air bersih sebelumnya telah dilakukan, masih ada beberapa titik permukiman yang belum terjangkau layanan tersebut.

“Alhamdulillah, dalam reses hari ini banyak keluhan warga, terutama mengenai air bersih. Sebelumnya kita sudah menyalurkan air bersih, tetapi memang masih ada beberapa titik yang belum terjangkau. Hari ini kami sekaligus membagikan air bersih kepada warga,” ujarnya.

Selain air bersih, masyarakat juga mengusulkan perbaikan sejumlah ruas jalan yang berlubang. Warga turut meminta pembangunan dan pembenahan drainase sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan.

Menurut Neli, berbagai usulan tersebut akan ditampung dan diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah.

Ia berharap, aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan skala prioritas, terutama menyangkut infrastruktur dasar yang berpengaruh langsung terhadap aktivitas sehari-hari warga.

Selain persoalan infrastruktur, masalah perubahan desil dalam pendataan penerima bantuan sosial juga menjadi perhatian. Sejumlah warga mempertanyakan alasan mereka yang sebelumnya menerima bantuan, tetapi kini tidak lagi terdaftar sebagai penerima.

Hj Neli menjelaskan, perubahan status desil berkaitan dengan sistem pendataan yang digunakan untuk menentukan kelayakan penerima bantuan. Karena itu, masyarakat yang merasa masih memenuhi kriteria diharapkan dapat melakukan pengecekan ulang melalui Dinas Sosial.

“Warga perlu mengetahui penyebab mengapa desilnya berubah sehingga tidak lagi mendapatkan bantuan. Dengan melakukan pengecekan ulang, masyarakat bisa mengetahui persoalannya, dan Dinas Sosial juga dapat menelusuri penyebab perubahan tersebut,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Neli bersama Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin juga membagikan masker kepada warga sebagai upaya mengantisipasi dampak kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kota Banjarmasin.

Pembagian masker tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat paparan asap.

Neli mengimbau masyarakat, terutama warga di wilayah Banjarmasin Barat, agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama kualitas udara masih terdampak kabut asap.

Ia menyarankan warga mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Sementara itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.

“Kami mengimbau masyarakat agar apabila tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya lebih banyak beraktivitas di dalam rumah. Namun, jika memang harus keluar rumah, hendaknya menggunakan masker untuk mengurangi paparan kabut asap,” tutupnya. (Masrifani)

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar