Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Persaingan menuju grand final Lomba Dangdut Se-Kalimantan Selatan yang digelar Orkes Melayu (OM) New Surya Arina semakin ketat. Sebanyak 31 peserta yang lolos dari babak penyisihan kini bersaing memperebutkan 12 tiket grand final dalam semifinal yang berlangsung di Banjarmasin, Jumat (16/10/2026) malam.
Ajang pencarian bakat ini diikuti total 150 peserta pada babak penyisihan. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, lomba tersebut juga menjadi wadah bagi para pencinta dangdut untuk menyalurkan bakat dan mengembangkan kemampuan tarik suara, sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
Panitia penyelenggara, Rolly Irawan, yang juga Ketua Pemuda Islam Kalsel, mengatakan kegiatan tersebut diinisiasi secara mandiri tanpa melibatkan unsur Pemerintah Kota Banjarmasin.
Menurut Rolly, pelaksanaan lomba sempat mengalami penundaan menjelang peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin. Penyesuaian jadwal juga dilakukan di tengah musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta insiden kapal KM Virgo Transport 8. Meski sempat tertunda, kegiatan akhirnya dapat terlaksana dengan antusiasme peserta dari berbagai daerah.
Perebutkan Hadiah dan Piala Bergilir
Rolly menjelaskan, dari 31 peserta semifinal, hanya 12 orang yang akan melaju ke babak grand final yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (17/10/2026) malam.
Para finalis nantinya akan memperebutkan hadiah berupa uang tunai dan piala bergilir.
Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya digelar di markas New Surya Arina. Pelaksanaannya mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Pemuda Islam, Forpeban, IPPI Kalsel, aparat setempat, serta Kedai 99 Trisakti milik Saut Nathan Samosir.
Hal tersebut disampaikan Rolly saat didampingi H. Din Jaya selaku pemilik New Surya Arina.
Dua Juri Nilai Teknik Vokal hingga Penampilan
Dalam proses penjurian, panitia menghadirkan Lia Memey serta Zaki, dosen bidang kesenian sekaligus pengamat seni Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Keduanya menilai peserta berdasarkan sejumlah kriteria, meliputi kualitas dan teknik vokal, artikulasi saat bernyanyi, penghayatan lagu, penampilan di atas panggung, serta kesesuaian kostum.
Kompetisi ini terbuka untuk umum tanpa batasan usia. Bahkan, peserta tertua yang ikut ambil bagian tercatat berusia lebih dari 60 tahun.
Peserta yang berhasil mencapai babak semifinal tidak hanya berasal dari Banjarmasin dan sejumlah daerah di Kalimantan Selatan, tetapi juga dari luar provinsi, seperti Kabupaten Kapuas dan Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Berharap Lahir Penyanyi Dangdut Berbakat
Rolly berharap kompetisi tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu melahirkan penyanyi dangdut berbakat yang dapat bersaing di tingkat regional hingga nasional.
Menurutnya, para peserta yang menunjukkan potensi perlu terus mendapat dukungan dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka melalui audisi maupun kompetisi yang lebih tinggi.
“Harapannya akan muncul bibit penyanyi lokal ke tingkat nasional yang mengharumkan nama Kalsel,” pungkas Rolly.
Sebagai informasi, pada 19–21 Agustus 2026, New Surya Arina juga menggelar Lomba Nyanyi Lagu Dangdut di markasnya, Jalan Kelayan A Dalam, Banjarmasin Selatan. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Panitia Pelaksana H. Din Jaya saat itu menegaskan pentingnya pengambilan nada bagi peserta dalam kompetisi menyanyi tersebut.
Penulis: Arsuma
Editor: Mercurius
Follow Google News Barito Post

