Landasan Ulin Tengah, BARITOPOST.CO.ID – Anggota DPD RI/MPR RI utusan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Habib Zakaria Bahasyim, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada Senin, 9 Februari 2025.
Baca Juga: DPRD Kalsel Perkuat Pengawasan Perda Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Kegiatan dilaksanakan sejak pagi hari dan bertempat di Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.
Hadir ratusan peserta terdiri dari masyarakat umum, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan pemuda setempat. Antusiasme peserta terlihat dari tingkat kehadiran yang tinggi serta partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan besarnya perhatian dan kepedulian warga terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Dalam pemaparannya, Habib Zakaria Bahasyim menyampaikan penjelasan singkat namun komprehensif mengenai Empat Pilar MPR RI, yang meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.
Ia menekankan keempat pilar tersebut merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa, memperkuat persatuan, serta menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Baca Juga: DPRD Kalsel Perkuat Pengawasan Perda Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
“Kegiatan sosialisasi ini tidak berhenti pada tataran pemahaman konseptual semata, melainkan mampu diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan nilai-nilai Empat Pilar sebagai pedoman dalam bersikap, bertindak, dan berkontribusi positif bagi lingkungan serta pembangunan daerah dan nasional,” harapnya.
Menurutnya, peran masyarakat sangat strategis dalam menghidupkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI. “Penerapan Empat Pilar dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjunjung tinggi nilai gotong royong, menghormati perbedaan, menaati hukum, serta menjaga persatuan di lingkungan masing-masing. Ia menegaskan bahwa masyarakat adalah aktor utama dalam implementasi nilai kebangsaan, bukan hanya pemerintah atau lembaga negara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Habib Zakaria, menyampaikan apabila nilai-nilai Pancasila, konstitusi, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dipraktikkan secara konsisten dalam kehidupan sosial, maka stabilitas, keharmonisan, dan kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah terwujud.
Baca Juga: DPRD Kalsel Perkuat Pengawasan Perda Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
“Jadi, seluruh elemen masyarakat untuk menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan memperkuat karakter kebangsaan demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” ajaknya.