Sepekan Tak Keluar Rumah, Warga Jalan Pramuka Banjarmasin Ditemukan Meninggal Membusuk

MAYAT MEMBUSUK – Selamat Angsoka (48) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di rumahnya di Komplek Rahayu Pembina III, Jalan Pramuka, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Rabu (21/1/2026) pagi. Jenazah dievakuasi relawan ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin. (foto: istimewa)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Warga Komplek Rahayu Pembina III, Jalan Pramuka, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam rumahnya dalam kondisi telah membusuk, Rabu (21/1/2026) pagi sekitar pukul 09.00 Wita.

Korban diketahui bernama Selamat Angsoka (48), seorang pedagang yang selama ini tinggal seorang diri di rumah No. 2B komplek tersebut. Saat ditemukan, jasad korban berada dalam posisi tertelungkup di ruang tamu rumah. Kondisi tubuh korban sudah mengalami pembusukan cukup parah, terutama pada bagian kepala dan tangan, sementara bagian badan masih relatif utuh. Bau menyengat tercium kuat dari dalam rumah.

Penemuan mayat bermula ketika saksi Khairil Anwar (66), seorang pensiunan yang tinggal di Komplek Pembina II, mendatangi rumah korban setelah mendapat informasi dari petugas keamanan setempat bahwa korban sudah hampir sepekan tidak terlihat keluar rumah. Saat berada di sekitar rumah, saksi mencium bau tidak sedap yang mencurigakan.

Saksi kemudian melaporkan hal tersebut kepada Joni Purwanto (36) selaku petugas keamanan lingkungan. Selanjutnya, laporan diteruskan ke pihak Polsek Banjarmasin Timur. Tak lama kemudian, petugas kepolisian bersama relawan datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Kapolsek Banjarmasin Timur AKP Morris Widhi Harto melalui Kanit Reskrim Iptu Hendra Agustina Ginting membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Setelah dilakukan pengecekan bersama Babinkamtibmas, korban ditemukan telah meninggal dunia di dalam rumahnya.

“Korban diketahui sudah hampir satu minggu tidak keluar rumah. Saat dilakukan pengecekan ke dalam rumah, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di ruang tamu,” ujar Iptu Hendra Ginting.

Petugas Inafis Polresta Banjarmasin kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari warga sekitar. Setelah itu, jenazah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan visum luar.

Dari keterangan pihak keluarga korban, yakni Juardi Kesuma, disebutkan bahwa sekitar dua bulan lalu korban sempat menghubungi keluarga dan menyampaikan bahwa dirinya sedang sakit, meski tidak diketahui secara pasti jenis penyakit yang dideritanya.

“Korban memang memiliki riwayat penyakit stroke dan tinggal sendirian di rumah tersebut,” jelas Ginting.

Hasil visum luar yang dilakukan oleh dr. Mia Yulia Fitrianti, Sp.FM dari RSUD Ulin Banjarmasin menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka akibat tindakan kriminal pada tubuh korban. Kematian korban diperkirakan telah terjadi lebih dari 15 hari sebelum ditemukan.

“Indikasi kematian korban disebabkan oleh sakit. Ditemukan tanda-tanda infeksi lama pada bagian pinggang kiri serta riwayat stroke, ditandai dengan kondisi wajah yang tidak simetris,” tambahnya.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Pernyataan penolakan autopsi pun telah dibuat secara tertulis oleh pihak keluarga.

“Dengan demikian, tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban,” pungkas Iptu Hendra Agustina Ginting.

Penulis : Arsuma
Editor : Mercurius

Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya

Related posts

Pengusaha Gadungan, Divonis Jumping 3 Tahun Penjara

Dituntut 4 Tahun Penjara, Terdakwa Pembobol ATM BRI Ajukan Pledoi Minta Keringanan

Terungkap, Motif Asmara di Balik Tewasnya Warga Kertak Hanyar di Alalak Batola