Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan bagi pekerja melalui berbagai program lima unggulan BPJS Ketenagakerjaan terus dilakukan. Dan selama tahun 2025 tadi sudah sebesar Rp1 triliun Lebih atau sebanyak 93.468 klaim yang dibayarkan.
Kepala Kantor Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan Adi Hendratta menyatakan hal itu dalam kegiatan Media Gathering BPJS Ketenagakerjaan yang digelar di Fugo Hotel, Banjarmasin, Senin (2/2/2026) siang.
Dengan mengangkat tema “Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Media dalam Memperkuat,” Adi menambahkan, dengan klaim itu menandakan kepedulian pihaknya dalam pencairan hak peserta. Dengan tujuan keluarga peserta tidak jatuh miskin, namun bangkit melalui santunan dan beasiswa.
Pada gilirannya ada perputaran uang dari ahli waris maupun anaknya dapat menyambung hidup melalui santunan hingga beasiswa agar tetap sekolah atau kuliah. Ini menandakan, dengan klaim itu menolak kemiskinan bahwa mereka masih terlindungi besar manfaat dalam melanjutkan kehidupan.
Adi juga memaparkan dampak nyata program unggulan BPJS
Ketenagakerjaan bagi masyarakat, karena sebagai bentuk keberlanjutan perlindungan sosial bagi keluarga peserta. Seperti di wilayah Kalimantan Selatan, sepanjang tahun 2025 BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan beasiswa kepada 1.500 anak pekerja dengan total nilai mencapai Rp7 miliar.
Kakanwil Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan ini juga mengungkapkan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kalimantan hingga saat ini masih tergolong rendah. Karena dari 7.996.826 jumlah pekerja di Kalimantan baru 3.302.762 peserta yang terdaftar program BPJS Ketenagakerjaan.
“Artinya sebanyak 4.694.054 pekerja belum terdaftar atau baru sekitar 41,30 persen yang telah terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Jadi Coverage kita masih rendah, begitu juga dengan tingkat kepatuhan perusahaan yang belum optimal,” ungkap Adi.
Karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak agar literasi dan pemahaman terhadap program BPJSKetenagakerjaan dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Adi menilai peran media sangat strategis dalam menyampaikan besarnya manfaat lima program, yakni JKK, JKM, JHT JP dan JKP.
Informasi mengenai manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi pekerja. Untuk itu BPJS Ketenagakerjaan mencanangkan kolaborasi tidak hanya dengan media, tetapi juga dengan pemerintah desa, kabupaten hingga kota.
“Program pemerintah di tingkat daerah hingga desa harus bisa terintegrasi dan terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Karena perlindungan sosial itu benar-benar dirasakan oleh semua pekerja, termasuk pekerja rentan dan sektor informal,” jelasnya.
Lebih jauh, Adi memaparkan, BPJS Ketenagakerjaan di Kalimantan didukung oleh 336 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) yang tersebar di seluruh wilayah. Rinciannya, Kalimantan Barat memiliki 44 PLKK, Kalimantan Tengah 64 PLKK, Kalimantan Utara 11 PLKK, Kalimantan Timur 96 PLKK dan Kalimantan Selatan sebanyak 121 PLKK.
Hadir dalam kegiatan ini Asisten Deputi Bidang Hubungan Masyarakat BPJS Ketenagakerjaan, Budi Hananto, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin Sunardy Syahid, dan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Vina Dwina Yuskin.
Penulis : Arsuma
Editor : Sophan Sopiandi
Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya