Sample Danum Bangai Tidak Representatif

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Telah terjadi fenomena danum bangai di sepanjang sungai Barito yang berlangsung dari kecamatan Kuripan hingga kota Marabahan sejak tanggal 22 Januari 2026.

Danum bagai adalah fenomena perubahan kualitas air disebabkan transisi dari musim air ke musim kemarau yang menyebabkan air yang mengandung tanaman yang membusuk, rumput, kayu-kayuan tersedot dari anak sungai dan padang ke sungai Barito.

Fenomena danum bangai yang menyebabkan matinya ikan di sungai Barito adalah peristiwa alami karena terjadi berulang kali dalam jarang beberapa tahun atau puluhan tahun, tetapi menjadi mengkhawatirkan karena ikan yang ditemukan mati atau sekarat dalam radius 50 km. Ikan yang mati berbagai jenis ukuran dari yang kecil dalam satuann ons hingga puluhan kilo.

Oleh karena itu, Sehingga kejadian ini tidak bisa dianggap kejadian alami, atau setidaknya bisa disebut kejadian luar biasa mengingat durasi waktu danum bangai berlangsung hingga 5-6 hari dan jumlah ikan yang mati berton-ton di sungai Barito.

Uji sample yang dilakukan di sekitar kota Marabahan, menurut saya mengalami persoalan metodologis sebab bukanlah sample yang refresentatif karena tidak mewakili daerah hulu baik kecamatan Kuripan dan kecamatan Bakumpai atau Kecamatan Tabukan.

Pengambilan sample daerah hilir yakni kota Marabahan yang berjarak sekitar 50-60 km dari kecamatan Kuripan membuat air dari hulu mengalami proses pengenceran (dilotion) karena percampuran air sehingga terjadi pemurnian air secara alami (Self-Purification). Dengan demikian, sangat berpeluang perbedaan kadar kualitas air pada titik yang berjarak puluhan kilometer.

Penting mengetahui penyebab danum bangai karena beberapa alasan: Pertama, mengetahui titik konsentrasi polutan tertinggi; Kedua, mendapatkan penyebab secara ilmiah; Ketiga, mengatasi dampak pada manusia, lingkungan termasuk ikan itu sendiri; Keempat, penting menelaah jika ditemukan spesies ikan langka atau justru ikan yang ada bakal mengalami kelangkaan akibat mati.

Handil Bakti, 27 Januari 2026
Nasrullah, Antropolog Ekologi asal Kuripan.

Related posts

Anggaran BPSK Banjarmasin Ditiadakan, YLKI Kalsel Minta Presiden Turun Tangan

Hadir Mulai 29 Januari Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? Kisah Inspiratif Perjuangan Single Mom yang Kuat

HMPS PBIO UPK Gelar Seminar Nasional Potensi Kearifan Lokal Menjadi Media Belajar