Jakarta, BARITOPOST.CO.ID – Poin pembelian 50 unit pesawat produksi Boeing oleh Indonesia dalam perjanjian dagang dengan Amerika Serikat (AS) dinilai ditujukan untuk penggantian atau regenerasi armada.
Baca Juga: Puasa Bantu Redakan Kecemasan dan Latih Kontrol Diri
Pengamat Penerbangan Alvin Lie mengatakan, komitmen pembelian 50 pesawat Boeing tersebut tampaknya hanya untuk menggantikan B738-800 milik Garuda Indonesia. “Yang mana, B738-800 Garuda usianya sudah mulai uzur sehingga kurang efisien,” katanya, Minggu (22/2/2026).
Lebih lanjut, Alvin menekankan jumlah 50 pesawat memang terkesan banyak, tetapi sebenarnya bukan sesuatu yang luar biasa. Ia mencontohkan, maskapai Lion Air saja bisa memesan ratusan pesawat dalam satu transaksi.
Baca Juga: Puasa Bantu Redakan Kecemasan dan Latih Kontrol Diri
Menurutnya, perlu diketahui juga bahwa pihak pembeli pesawat nantinya adalah perusahaan leasing, yang kemudian akan menyewakan secara jangka panjang kepada Garuda Indonesia.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pesanan 50 pesawat juga membutuhkan waktu beberapa tahun untuk delivery (pengiriman). “Pengiriman pertama baru bisa dilakukan 3-4 tahun mendatang jika semua lancar,” imbuhnya.