Banjarbaru, BARITOPOST.CO.ID – Pengacara kondang Kalimantan Selatan, DR Fauzan Ramon, SH, MH, menyoroti pelayanan petugas Imigrasi di Terminal Kedatangan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, usai dirinya bersama delapan anggota keluarga tiba dari Malaysia, Selasa (16/12/2025).
Fauzan, yang dikenal sebagai pengacara legendaris, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kalimantan Selatan, serta aktif di dunia politik dan berbagai kegiatan sosial, mengaku kecewa terhadap sikap petugas imigrasi yang dinilainya kurang ramah dan terkesan arogan.
“Saya tiba sekitar pukul 10.00 Wita. Saat di jalur pemeriksaan imigrasi, ada penumpang yang menyerobot antrean dan saya menyampaikan protes. Namun respons petugas justru tidak mengenakan. Paspor saya diminta dan saya ditanya identitas dengan cara yang tidak sopan, padahal identitas sudah jelas tercantum di paspor,” ungkap Fauzan.
Menurutnya, pelayanan imigrasi di Malaysia yang ia rasakan jauh lebih ramah dan profesional dibandingkan yang dialaminya saat tiba di Banjarmasin.
“Kalau saya yang sudah biasa ke luar negeri saja merasa tidak nyaman, bagaimana dengan masyarakat yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri. Ini bisa mencoreng citra pelayanan publik dan pariwisata Kalimantan Selatan,” katanya.
Meski demikian, Fauzan menegaskan dirinya meyakini Kepala Kantor Imigrasi merupakan sosok yang berkompeten karena telah melalui proses dan persyaratan yang ketat untuk menduduki jabatan tersebut. Namun, ia menilai pengawasan terhadap kinerja bawahan perlu dilakukan secara rutin.
“Petugas yang tidak ramah dan tidak beretika itu tidak cocok ditempatkan di layanan imigrasi. Kepala kantor sebaiknya menindak atau merolling petugas yang kurang layak dan menggantinya dengan petugas yang lebih humanis,” tegasnya.
Sebagai Ketua YLKI Kalsel, Fauzan juga mengingatkan agar pelayanan paspor dan keimigrasian tidak dipersulit, melainkan terus ditingkatkan dengan prinsip memudahkan masyarakat.
“Pelayanan imigrasi kita sebenarnya sudah cukup baik, tinggal ditingkatkan. Pelayanan yang ramah seperti di Malaysia penting demi mendukung pariwisata dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Fauzan juga mengaitkan persoalan ini dengan dibukanya kembali rute penerbangan langsung Kalimantan Selatan–Malaysia. Menurutnya, keberhasilan rute tersebut sangat bergantung pada dukungan layanan keimigrasian yang profesional.
“Pak Gubernur H. Muhidin tentu berharap rute ini ramai karena berdampak langsung pada perekonomian Kalsel. Kalau pelayanan imigrasi tidak mendukung, ini menjadi ironi,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, mewakili Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Muhammad Haris menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang dialami Fauzan Ramon dan rombongannya.
“Pimpinan kami menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat petugas yang kurang beretika dalam pelayanan,” ujarnya.
Ia juga meminta agar pihak yang merasa dirugikan dapat menyampaikan identitas petugas yang dimaksud.
“Jika berkenan menyebutkan nama atau identitas petugas di counter tersebut, pimpinan kami akan memanggil dan memberikan peringatan sesuai ketentuan,” tandasnya.
Penulis/Editor: Mercurius
Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya