Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana “Metode Uji Lapang Rekon Banjir”

FKM Uniska MAB dan BPBD Provinsi Kalsel di Pelatihan Bersama

Banjarbaru, BARITOPOST.CO.ID – Gelaran Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana “Metode Uji Lapang Rekon Banjir” berlangsung di BPBD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Senin 15 Desember 2025.

Baca Juga: Kejati Kalsel Geledah Kantor BKSDA Terkait Dugaan Korupsi Dana Kerja Sama

Mahasiswa dan Dosen FKM Universitas Islam Kalimantan (Uniska) MAB yang berjumlan 100 orang menjadi peserta, sekaligus bagian dari kolaborasi bersama BPBD Kalsel.

Ariansyah Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalsel mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Uniska Banjarmasin khususnya Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang telah secara aktif terlibat dalam upaya peningkatan budaya sadar bencana melalui program dan terlaksananya mata kuliah manajemen bencana di kampusnya.

Menurut Ariansyah, hal ini sejalan dengan program BPBD Kalsel dalam bekerjsama dengan Forum Perguruan Tinggi. “Jadi, tidak hanya pembelajaran di kelas, kunjungan dan pelatihan simulasi menjadi sangat penting untuk dilaksanakan, terutama memberikan pengalaman riil kepada mahasiswa bagaimana mekanisme penanggulangan bencana dilaksanakan,” tambahnya.

Baca Juga: Kejati Kalsel Geledah Kantor BKSDA Terkait Dugaan Korupsi Dana Kerja Sama

Untuk itu, Ia mengakui, BPBD Kalsel mengapresiasi juga semangat dan keaktifan mahasiswa sebagai peserta kegiatan yang sangat antusias dalam setiap tahapan pelatihan.

Kolaborasi FKM Uniska MAB dan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan

“Ini menambah pengalaman mereka dan meningkatkan minat dan rasa kemanusiaan untuk terlibat dalam upaya penguatan ketahanan terhadap bencana di Kalimantan Selatan (Kalsel),” ucapnya.

Senada itu, Dosen FKM Uniska MAB Banjarmasin Norsita Agustina SKM, M.Kes menyebut, melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman praktis yang tidak hanya memperkaya pemahaman mereka mengenai risiko dan dampak bencana, tetapi juga mendorong peningkatan minat, kepedulian, dan kesadaran kemanusiaan untuk terlibat secara aktif dalam upaya penguatan ketahanan bencana. “Pengalaman ini membentuk sikap tanggap, empati sosial, serta kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi potensi bencana, khususnya dalam konteks karakteristik wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam,” ucapnya.

Norsita Agustina pun mengakui, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat sekali bagi mahasiswa, mengingat kondisi sekarang ini di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Baca Juga: Kejati Kalsel Geledah Kantor BKSDA Terkait Dugaan Korupsi Dana Kerja Sama

Ia berharap, mahasiswa dalam kegiatan ini mendapatkan ilmu dalam membantu tim BPBD Provinsi Kalsel. “Ini juga masuk Mata Kuliah Manajemen Bencana dan KLB,” imbuhnya.

Related posts

Dunia Pendidikan Banua Berduka: Prof Saladin Galib, Eks Dekan Fisip ULM Tutup Usia

Didi Susanto: Tak Mudah Realisasi Pilkada Lewat Mekanisme DPRD

Rektor dan Wakil Rektor Universitas PGRI Kalimantan Dilantik