Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau lokasi bencana banjir di Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Ahad (04/01). Turut dalam kegiatan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin yang hadir mewakili Gubernur Kalsel H Muhidin, anggota DPD RI Muhammad Hidayatullah, dan Wakil Bupati Banjar Said Idrus.
Gus Ipul menggunakan perahu karet untuk menyapa warga yang terdampak sekaligus memastikan penyaluran bantuan dan kondisi warga tetap aman. “Kita ini sedang di lapangan, kita akan berikan dukungan kepada seluruh keluarga yang terdampak. Dukungannya berupa sembako dan juga kebutuhan lain selama masa kedaruratan ini,” ucap Gus Ipul kepada wartawan.
Ia menyampaikan bahwa Kementerian Sosial telah menyiapkan berbagai dukungan bagi pengungsi selama masa kedaruratan.
“Setiap di masa-masa kedaruratan gini, memang kita sediakan dukungan logistik, baik itu makanan siap saji, pakaian, kemudian tenda, atau juga kasur, atau hal lain yang memang dibutuhkan oleh para pengungsi. Sambil kita sediakan dapur umum dan layanan psikososial,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan banjir di Sungai Tabuk merupakan hasil kerja bersama antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah.
“Kita lihat saudara-saudara kita yang masih ada di pengungsian dan apa yang ada di sini, baik itu dapur umum, tempat pengungsian. Ini adalah kerjasama antara Kementerian Sosial dengan pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Banjar, tentu dibantu juga oleh TNI dan Polri,” katanya.

Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah memiliki mekanisme penanggulangan bencana secara berjenjang, mulai dari evakuasi hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Bagi yang meninggal dunia ada santunan Rp15 juta yang diterima oleh ahli waris. Kemudian ada dukungan bagi yang luka-luka berat itu sebesar Rp5 juta,” jelasnya.
Pada tahap rekonstruksi, rumah warga akan diklasifikasikan ke dalam kategori rusak berat, sedang, dan ringan. Pemerintah juga menyiapkan hunian sementara bagi warga dengan rumah rusak berat.
“Nah setelah itu nanti jika memang dibutuhkan tentu akan ada huntara (hunian sementara). Ini kan tempat pengungsian, tapi nanti juga ada bantuan untuk menunggu rumah-rumah yang rusak berat bisa dibangun kembali,” kata Gus Ipul.
Selain itu, keluarga terdampak akan memperoleh bantuan lanjutan dari Kementerian Sosial.
“Melalui Kemensos, pemerintah membantu untuk membeli isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga. Kita juga akan membantu untuk kebutuhan hidup terutama dalam membeli lauk-lauk sebesar Rp450 ribu rupiah per orang per bulan, selama 3 bulan. Ini untuk mendukung keluarga terdampak bisa secara bertahap pulih,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan pemberdayaan ekonomi juga diberikan. “Jadi yang Rp3 juta dan Rp5 juta itu sekali diberikan, sementara yang untuk jaminan hidup tadi diberikan selama tiga bulan,” jelas Gus Ipul.
Sementara itu, Sekdaprov Syarifuddin mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten serta kementerian terkait sejak banjir melanda wilayah Sungai Tabuk.
“Pemprov Kalsel memastikan seluruh penanganan berjalan di lapangan. Kami mendampingi pemerintah kabupaten, mulai dari pengungsian, distribusi logistik, sampai pendataan untuk tahap pemulihan nanti,” ujar Syarifuddin.
Ia menyebut, kehadiran Menteri Sosial ke lokasi terdampak banjir menjadi penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Usai meninjau pengungsian, rombongan kemudian bergeser ke Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarmasin (BBPPKS) yang letaknya di Jalan Trikora Banjarbaru, disana Gus Ipul didampingi Sekda meninjau kesiapan Sekolah Rakyat, dan kemudian dilanjutkan penerbangan ke Jakarta.
Penulis: Salman
Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya