Menag Ajak Insan PNM jadikan Ramadan Momentum Hijrah Diri dan Perkuat Kepedulian Sosial

by baritopost.co.id
0 comments 2 minutes read
Foto Istimewa

Jakarta, BARITOPOST.CO.ID — Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar mengajak seluruh Insan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadikan Ramadan 1447 Hijriah sebagai momentum hijrah diri, baik secara spiritual maupun sosial.

Ramadan, menurutnya, bukan sekadar ritual ibadah, tetapi ruang refleksi untuk memperbaiki kualitas diri dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat berkunjung ke Menara PNM, Jakarta, Rabu (12/2/2026), di hadapan jajaran manajemen dan karyawan PNM.
Nasaruddin menekankan bahwa nilai-nilai Ramadan seharusnya tercermin dalam etos kerja, integritas, serta cara melayani masyarakat, terutama kelompok prasejahtera.

Ia mencontohkan keteladanan Rasulullah sebagai rujukan utama dalam membangun karakter profesional yang berlandaskan keimanan.
“Ramadan diharapkan membawa perubahan yang lebih baik, termasuk dalam proses pertobatan, sehingga berdampak pada perbaikan masa depan, baik di dunia maupun di akhirat,” ujar Nasaruddin.

Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, Menteri Agama juga menyerahkan santunan kepada anak-anak nasabah PNM Mekaar yang telah menjadi yatim. Penyerahan santunan tersebut disertai doa agar mereka diberi kekuatan, ketabahan, dan harapan dalam menjalani kehidupan.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menag. Ia menilai pesan spiritual yang disampaikan sejalan dengan peran PNM sebagai lembaga pembiayaan ultra mikro yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat prasejahtera.

Arief berharap ke depan terjalin kerja sama yang lebih luas dengan Kementerian Agama, khususnya dalam optimalisasi dana sosial keagamaan seperti zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung para nasabah PNM Mekaar.

Saat ini, sekitar 73 persen pembiayaan PNM telah berbasis syariah. Lebih dari 80 persen sumber pendanaan PNM berasal dari instrumen sukuk dan obligasi yang didukung oleh 46 bank nasional.

Dari sekitar 16 juta nasabah aktif PNM, mayoritas berasal dari kelompok mustadhafin yang tidak hanya membutuhkan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha dan penguatan mental spiritual.
Kunjungan Menteri Agama tersebut menjadi pengingat bahwa nilai spiritual, etika kerja, dan tanggung jawab sosial merupakan fondasi penting dalam menjalankan peran PNM sebagai lembaga keuangan milik negara.

Penulis/Editor: Mercurius

Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar