Korban Pengeroyokan di Pasar Beras Antasari Tolak Damai, Minta Pelaku Diproses Hukum

Ilustrasi pengeroyokan

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Korban pengeroyokan bernama Rezaman (43), yang mengalami luka parah dengan tangan kanan nyaris putus, menolak upaya damai yang ditawarkan pihak pelaku. Kejadian pengeroyokan tersebut terjadi di kawasan Pasar Beras Jalan Pangeran Antasari, Selasa (9/12/2025) sore sekitar pukul 14.00 Wita.

Penolakan itu disampaikan keluarga korban setelah istri salah satu terduga pelaku berinisial N datang membesuk ke RSUD Ulin Banjarmasin, Senin (15/12/2025). Kedatangan tersebut turut disertai sekitar 10 orang yang disebut sebagai “body guard”, dengan maksud menawarkan penyelesaian secara damai.

Adik korban, Helmawan, kepada Barito Post mengatakan dirinya terkejut saat dihubungi istri korban yang memperdengarkan percakapan melalui ponsel dengan suara dikeraskan. Dalam pembicaraan itu, istri terduga pelaku menyampaikan maksud damai atas peristiwa pengeroyokan yang menimpa Rezaman.

“Tidak ada kata damai. Silakan menyerahkan diri ke polisi. Kalau diburu aparat, pasti tahu akibatnya,” tegas Helmawan saat ditemui wartawan.

Menurutnya, luka yang dialami korban sangat serius. Selain tangan kanan nyaris putus akibat sabetan senjata tajam, korban juga mengalami luka di kepala dan harus menjalani operasi dengan kebutuhan hingga delapan kantong darah.

“Waktu mereka mengeroyok, apakah pernah memikirkan keluarga korban? Sekarang rasakan hidup dikejar polisi. Jangan sampai hukum dipermainkan,” ujarnya.

Helmawan mendesak agar para terduga pelaku berinisial I, D, dan R segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku. Ia juga membantah tudingan bahwa pengeroyokan dipicu persoalan uang puluhan juta rupiah.

“Kalau memang ada masalah uang, buktikan aliran dan transaksinya. Keponakan saya tidak bekerja dan tidak ada urusan uang. Kalau salah, silakan proses hukum, jangan main hakim sendiri,” tegasnya.

Peristiwa bermula saat keponakan korban, Zaini Arif (19), warga Pekapuran A Kelurahan Sungai Baru, Banjarmasin Tengah, didatangi tiga orang terduga pelaku yang menggunakan sepeda motor. Mereka diduga menuduh Zaini terkait persoalan uang dan sempat memukul bagian kepalanya.

Zaini kemudian dipaksa ikut dengan alasan akan dibawa ke kantor polisi, namun justru dikeroyok di lokasi lain. Tak lama berselang, para pelaku bertemu Rezaman di sekitar gang dekat Pasar Beras Antasari dan langsung mencegat serta membacok korban tanpa banyak bicara.

Akibat pembacokan tersebut, Rezaman mengalami luka serius di tangan kanan dan kepala. Setelah itu, pelaku kembali mendatangi Zaini sambil mengatakan, “Itu om kamu sudah aku bacok,” sebelum kembali melakukan pemukulan dan melarikan diri.

Atas kejadian tersebut, kedua korban melaporkan peristiwa pengeroyokan ke Polsek Banjarmasin Timur.

Kapolsek Banjarmasin Timur AKP Morris Widhi Harto melalui Kanit Reskrim Iptu Hendra Agustin Ginting, Senin (15/12/2025), mengatakan pihaknya masih memburu para pelaku yang identitasnya telah dikantongi.
“Kami masih melakukan pengejaran dan akan menjerat para pelaku sesuai Pasal 170 KUHP,” pungkasnya.

Penulis : Arsuma
Editor : Mercurius

Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya

Related posts

Sidang Perdana Korupsi Kredit BRI Kuin Alalak, Kerugian Negara Tembus Lebih Rp8 Miliar

Update OTT KPK di Banjarmasin, Plt Kabid Humas DJP Akui Penindakan di Kantor Pajak Madya

Puluhan Keramba Warga Benua Anyar Hanyut hingga ke Sungai Siring KP Tendean Banjarmasin