Jelang Pemilu, Gas Elpiji 3 Kilogram Menghilang Harganya Mencapai Rp 35 Ribu Per Tabung

Banjarmasin, BARITO – Harga elpiji 3 kilogram kembali diributkan masyarakat Banjarmasin. Persoalannya sama, harga eceran tertinggi (Het) Rp 17,500 kepada warga harganya menjadi Rp 33 ribu hingga Rp 35 ribu.

Menurut pengakuan Asmi warga Kuin Utara, Banjarmasin, ia mengeluhkan soal harga gas elpiji 3 kg Rp 35 ribu di kios. Padahal bila beli di pangkalan Rp 17.500, karena kosong terpaksa beli di kios.

“Saya beli di kios dengan harga Rp 35 ribu. meski mahal kami terpaksa beli,” ucap Asmi, salah satu warga Kuin Utara, Banjarmasin, Minggu (7/4).

Mengenai soal tersebut, belum ada tindakan serius yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin maupun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Banjarmasin. Padahal, kasus tabung melon itu sudah terjadi bertahun-tahun dan berlarut hingga sekarang ini.

Menurut pengakuan Asisten ll bidang ekonomi Pemko Banjarmasin, Doyo Pudjadi, kejadian harga gas tabung melon melambung tinggi itu karena maraknya penjualan di kios-kios yang memainkan harga itu.

Akibatnya, gas di pangkalan cepat kosong, padahal hanya pangkalan dan agen yang berhak menjual gas tersebut bukan pada kios atau warung.

“Kios yang membeli dari pangkalan, itu kemudian menjual lagi ke kios lainnya sehingga harga yang sampai ke masyarakat sangat jauh dari harga Het nya. Karena stok dipangkalan sudah diborong oleh pengecer atau kios. Itu masalah yang saya kira harus ditindak secepatnya dengan melakukan pembicaraan kepada agen dan pangkalan,” bebernya di Balai Kota Banjarmasin, Senin (8/4).

Dalam dekat ini, Doyo menyatakan akan segera berdiskusi mengajak sekitar 500 pangkalan dan 11 agen yang kemudian membuat Mou tentang menjual gas melon hanya peruntukkannya, agar tepat sasaran.

Sementara itu Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Sri Nurnaningsih berasumsi harusnya soal elpiji yang bersubsidi itu mendapat perhatian dan ditindak oleh Pemko Banjarmasin. Tindakannya misalnya melalui operasi pasar, menanyakan bagaimana harga dipasaran. Selanjutnya, ditanyakan lagi soal bangaimana izinnya.

“Apabila misalnya pangkalan terbukti memainkan harga, langsung saja berikan tindakan tegas,” ucapnya melalui WA, Senin (8/4).

Sri berharap ini jangan dibiarkan berlarut karena walau bagaimanapun ini demi kepentingan masyarakat. Apalagi sudah banyak dikeluhkan masyarakat.

“Bukan alasan kami meskipun sibuk-sibuknya kampanye. Soal rakyat kami nomer satukan, harga elpiji 3 kg harus diluruskan. Setelah ini, akan saya koordinasikan bersama rekan Komisi ll DPRD Kota Banjarmasin,” ucap Sri yang ngakunya akan pulang ke Banjarmasin Rabu besok dari tugas di Jakarta. hamdani

Related posts

Ada Wacana dan Usulan, Pansus Penyelenggaraan Perdagangan Tunda Finalisasi

Komisi II DPRD Kalsel Inginkan Ketersediaan Bahan Pokok dan Harga Terjangkau

Pasar Wadai Ramadan 1447 H Resmi Dibuka, 200 Stan Kuliner Banjar Semarakkan Siring 0 Km