HMPS PBIO UPK Gelar Seminar Nasional Potensi Kearifan Lokal Menjadi Media Belajar

by baritopost.co.id
0 comments 3 minutes read
Rektor UPK, Dr H Alimuddin A Djawad (nomor 3 dari kiri ) berfoto bersama pihak terkait pada Semnas "Menggali Potensi dan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Menjadi Suatu Produk Pembelajaran" di aula kampus, Kamis (22/1/2026).(foto: ist).

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi (HMPS PBIO) Universitas PGRI Kalimantan (UPK) sukses menggelar Seminar Nasional (Semnas) secara hybrid (luring, Zoom, dan livestream YouTube).

Mengusung tema utama “Menggali Potensi dan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Menjadi Suatu Produk Pembelajaran”.

Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa biologi mampu menjembatani tradisi dan inovasi modern sesuai dengan visi prodi yaitu “Unggul dalam pendidikan biologi berdasarkan prinsip Innovative Learning Berbasis Kearifan Lokal Kalimantan serta menghasilkan lulusan yang profesional dan mandiri tahun 2045”.

Acara yang berlangsung di Aula Universitas PGRI Kalimantan, Kamis (22/1/2026) ini diawali dengan laporan Ketua Pelaksana, Mulya, dan sambutan Ketua Umum HMPS PBIO, Marwa Dayanti.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam melestarikan nilai lokal melalui pendidikan. Ketua Program Studi Pendidikan Biologi, Rabiatul Adawiyah, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap relevansi tema yang diangkat.

Forum ini momen penting untuk berbagi hasil penelitian/gagasan serta pengalaman guna mewujudkan tercapainya visi &  misi prodi serta profil lulusan.

“Sebagai bentuk komitmen program studi dalam meningkatkan  kualitas  akademis & wawasan keilmuan. Kami berharap, mahasiswa  sebagai calon pendidik mampu bersaing dan mandiri di masyarakat,” ungkapnya.

Seminar menghadirkan dua narasumber kompeten yang mengupas tuntas transformasi kearifan lokal menjadi media belajar.

Narasumber pertama, Dr. H. Abidinsyah, M.Pd., memperkenalkan terobosan media pembelajaran berbasis aplikasi bernama “Sasirangan Verse”.

“Melalui Sasirangan Verse, kita mendigitalkan nilai kearifan lokal kain sasirangan agar lebih mudah dipahami oleh generasi Z sebagai materi biologi yang interaktif,” ujar Dr. Abidinsyah saat mendemonstrasikan aplikasi tersebut.

Sesi kedua menjadi sorotan utama ketika Agus Supriadi, S.Pd., alumni Program Studi Pendidikan Biologi Universitas PGRI Kalimantan, memaparkan materi mengenai pengembangan Desa Karang Bunga. Berkiprah di bidang pendidikan sekaligus biopreneurship, Agus tidak hanya menyampaikan konsep teoritis, tetapi juga menunjukkan praktik nyata pengolahan Jeruk Siam Banjar menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi.

Inovasi tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai sumber belajar sains, khususnya pada kajian bioteknologi dan kimia terapan.

“Di desa kami, jeruk tidak hanya dijual buahnya. Kami telah mengembangkan berbagai produk turunan mulai dari es krim jeruk, jus, minuman bubble, hingga produk non-pangan seperti hand sanitizer dan sabun berbahan dasar jeruk,” papar Agus.

Menurutnya, diversifikasi produk ini adalah contoh nyata bagaimana materi biologi dapat diimplementasikan menjadi kewirausahaan (bio-entrepreneurship) yang memberdayakan masyarakat desa.

Kejutan terjadi di penghujung acara ketika Rektor Universitas PGRI Kalimantan hadir dan menyampaikan rasa bangga dan terkesannya terhadap kiprah alumni Pendidikan Biologi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melihat potensi besar yang dipaparkan oleh Agus Supriadi, Rektor UPK, Dr H Alimuddin A Djawad MHum menginstruksikan tindak lanjut konkret di hadapan seluruh peserta seminar.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh alumni kita. Produk olahan seperti hand sanitizer dan sabun dari jeruk ini luar biasa. Saya mengundang Prodi Pendidikan Biologi untuk segera menjadwalkan kunjungan ke Desa Karang Bunga dan kita akan formalkan kerjasama ini melalui Memorandum of Understanding (MoU),” tegas Rektor yang disambut tepuk tangan meriah peserta.

Rencana MoU ini diharapkan dapat menjadikan Desa Karang Bunga sebagai laboratorium lapangan permanen bagi mahasiswa Universitas PGRI Kalimantan, sekaligus memperkuat tridharma perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat.

Penulis: Cynthia

Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar