Fakultas Kedokteran Uniska MAB Siap 90 Persen, Tim Ahli Gubernur Tinggalkan Sejumlah Catatan

GEDUNG FK – Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Uniska MAB di Handil Bakti yang disiapkan sebagai prodi baru, Senin (9/2/2026). (foto: sum/brt)

Handil Bakti, BARITOPOST.CO.ID – Kesiapan pembukaan program studi (prodi) baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan di Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) telah mencapai 90 persen berdasarkan hasil tinjauan Tim Ahli Gubernur Kalimantan Selatan, Senin (9/2/2026).

Meski demikian, tim ahli masih memberikan beberapa catatan, di antaranya kekurangan dua orang dosen serta sebagian peralatan laboratorium yang belum seluruhnya terpasang.

Rektor Uniska MAB Banjarmasin, Assoc Prof Dr H Mohammad Zainul SE MM mengatakan, sejatinya pihak kampus berencana melakukan audiensi langsung dengan Gubernur Kalsel H Muhidin selaku penyandang dana. Namun sebelum itu, gubernur lebih dulu mengutus tim ahli untuk melakukan peninjauan lapangan.

“Jadi sebenarnya kita yang mau audiensi ke gubernur, tapi ditinjau dulu oleh tim ahli ke sini,” ujar Zainul kepada Barito Post.

Tim yang ditugaskan terdiri dari Prof Muhammad Hatta, Ibnu Sina, Juni Rifat, dan Tasriq Usman. Mereka diterima langsung oleh Rektor Uniska MAB bersama Ketua Yayasan, para wakil rektor, serta tim taskforce fakultas kedokteran.

Zainul menambahkan, dengan tingkat kesiapan mencapai 90 persen, pihaknya optimistis proses perizinan tidak akan memakan waktu lama. Seluruh persyaratan ditargetkan segera dilengkapi sebelum diajukan dalam audiensi resmi kepada gubernur.

“Karena semua persyaratan itu bisa kita lengkapi, otomatis perizinan fakultas kedokteran ini nanti disampaikan langsung ke gubernur,” jelasnya.

Secara rinci, saat ini Uniska MAB masih menunggu kedatangan 12 unit peralatan laboratorium serta melengkapi dua dosen dari total kebutuhan 28 orang tenaga pengajar.

“Target kita pertengahan tahun, sekitar Mei sampai Juni, Fakultas Kedokteran Uniska MAB sudah bisa dibuka,” tambah Zainul.

Apabila seluruh alat dan dosen telah siap, Uniska MAB akan mendapatkan rekomendasi resmi. Seluruh fasilitas laboratorium ditempatkan di gedung empat lantai yang telah tersedia. Selanjutnya, setelah Surat Keputusan (SK) terbit, pihak kampus juga merencanakan pembangunan gedung perkuliahan baru setinggi lima lantai.

Dari sisi pembiayaan, Zainul menyebut penggunaan alat laboratorium cukup efisien karena dapat dimanfaatkan lintas prodi, seperti Farmasi dan Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM).

Sementara untuk rumah sakit pendidikan, Uniska MAB menggandeng RS Moch Ansari Saleh sebagai rumah sakit utama, serta RS Islam Sultan Agung Banjarbaru sebagai rumah sakit satelit.

Penulis: Arsuma
Editor: Mercurius

Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya

Related posts

67,6 Kg Sabu dan 30 Ribu Pil Ekstasi Dimusnahkan, Polda Kalsel Bongkar 40 Kasus Jaringan Narkoba

Kasus Dugaan Pembunuhan di Tanjung, Hasil Otopsi Ungkap RS Ditusuk hingga Jantung dan Paru-paru

Penahanan Suami Dipersoalkan, Mariani Gugat Kejari Banjarmasin Lewat Praperadilan