Ekonomi Kalsel Stabil, Penyaluran KUR Tembus Rp4,61 Triliun

by Hamdani
0 comments 3 minutes read
Ekonomi Kalsel Stabil, Penyaluran KUR Tembus Rp4,61 Triliun

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (DJPb Kalsel) Catur Ariyanto Widodo menyampaikan perekonomian yang stabil sepanjang tahun 2025, Senin (22/12/2025).

Hal itu didukung salah satunya penyaluran KUR Kalsel yang tembus Rp4,61 Triliun, kepada lebih dari 75 ribu debitur dan Pembiayaan Umi UMi tersalur Rp63,67 miliar kepada 12 ribu lebih debitur.

Hingga akhir November 2025, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menunjukkan tren positif dalam mendukung pembiayaan UMKM di Kalimantan Selatan, dengan rincian capaian sebagai berikut:

1. Total penyaluran KUR sebesar Rp4,61 T (80,91%) dari target Rp5,69 T yang disalurkan kepada 75.069 debitur. KUR disalurkan secara Konvensional sebesar Rp4,40 T (95,33%) dan Syariah sebesar Rp215,08 M (4,67%).

Baca Juga

2. Secara Nasional, Kalsel berada pada peringkat 15 Peringkat ke-1 se-Kalimantan

3. Sektor pertanian menjadi sektor penerima KUR terbanyak sebesar Rp1.838,24 miliar (39,90%) kepada 34.682 debitur dan skema mikro menjadi skema terbesar dengan penyaluran sebesar Rp3,38 T (73,42%) kepada 70.032 debitur.

4. Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran tertinggi, sebesar Rp937,63 M kepada 12.419 debitur Disusul oleh Kab Tanah Bumbu sebesar Rp542,91 M kepada 6.648 debitur dan Kab Tanah Laut sebesar Rp474,04 M kepada 8.954 debitur

5. BRI mencatat penyaluran KUR tertinggi dengan membukukan capaian sebesar Rp3,14 T kepada 63.143 debitur. Kemudian Bank Mandiri sebesar Rp548,12 M kepada 5.403 debitur. Selanjut oleh Bank Kalsel sebesar Rp373,22 M kepada 3.171 debitur.

Baca Juga

Dalam memperkuat inklusi keuangan bagi masyarakat, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalimantan Selatan mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan profil penyaluran sebagai berikut:

1. Total penyaluran pembiayaan UMi sebesar Rp63,76 M kepada 12.508 debitur. UMi disalurkan secara Konvensional sebesar Rp9,65 M (15,14%) dan Syariah Rp54,11 M (84,86%)

2. Kalsel menempati posisi ke-25 dari 34 provinsi se-Indonesia dalam realisasi penyaluran pembiayaan UMi secara nasional. Namun secara regional Kalimantan, penyaluran kinerja UMi mencapai peringkat ke-2 se-Kalimantan

3. Penyaluran pembiayaan UMi di Kalsel dilakukan oleh lima LKBB penyalur, yaitu PNM, Pegadaian, BAV, Komida, dan KJP Cipta Prima Sejahtera.

Baca Juga

4. Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran tertinggi, sebesar Rp12,65 miliar kepada 2.337

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN KEMENTERIAN KEUANGAN KALIMANTAN SELATAN JALAN AHMAD YANI KM. 2,5, BANJARMASIN 70122; TELEPON (0511) 5913588; FAKSIMILE (0511) 5913588 SUREL [email protected] Nomor : /PWK.21/2025 Tanggal : 22 Desember 2025 debitur. Disusul oleh Kab Banjar sebesar Rp7,52 miliar kepada 1.467 debitur dan Kab Tanah Laut sebesar Rp5,56 M kepada 1.084 debitur

5. Sektor perdagangan menjadi sektor penerima UMi terbanyak sebesar 93,79% dan skema kelompok menjadi skema terbesar penyalurannya dengan porsi 95,31%.

6. PNM mencatat penyaluran UMi tertinggi dengan membukukan capaian sebesar Rp54,11 M kepada 10.939 debitur. Kemudian BAV sebesar Rp5,36 M kepada 965 debitur. Selanjut oleh PT Pegadaian sebesar Rp2,05 M kepada 170 debitur.

Baca Juga

Sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan pembiayaan bagi UMKM di Kalimantan Selatan, DJPb Kalsel telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama seluruh Lembaga Penyalur guna memastikan penyaluran yang tepat sasaran.

Ke depan, upaya komitmen tersebut terus berlanjut dalam memperkuat sinergi dan melakukan berbagai upaya pengawalan agar tren positif yang terlihat di wilayah seperti Banjarmasin dapat terus dipertahankan dan diikuti oleh wilayah lainnya. Hal ini diharapkan mampu mendorong akselerasi permodalan dan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat Kalsel.

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar